Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dandenpom Serahkan BBM Ilegal ke Polda Kalteng

Written By Unknown on Jumat, 31 Oktober 2014 | 12.03

Dandenpom Serahkan BBM Ilegal ke Polda Kalteng

banjarmasinpost.co.id.faturahman

Datasemen Polisi Militer (Denpom) XII Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (30/10/2014) malam mengamankan sebanyak 82 tangki bahan bakar solar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA- Dandenpom XII  Palangkaraya,Letkol CPM Sigit Himawan Sutanto‎, Jumat (31/10/2014), mengatakan, hasil tangkapan solar yang mereka amankan diserahkan kepada Polda Kalteng untuk penyidikan lebih lanjut.

Dikatakan dia, informasi yang terhimpun dari warga sekitar tempat kejadian perkara, bahwa pemilik rumah dan pemilik sebanyak 2,7 ton bahan bakar minyak jenis solar dan bensin yang disita mereka diduga adalah milik istri anggota polisi.

"Ya, saya mendapat informasi begitu, rumah itu milik anggota polisi dan pemilik BBM ilegal adalah istrinya, berinisial  Eli Farida atau (EF‎) berumur 36 tahun.Untuk penyidikan lebih lanjut barang bukti kami serahkan kepada polisi," katanya.(faturahman)


12.03 | 0 komentar | Read More

Ini Agenda Armada di Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Grup musik Armada yang baru saja tiba di Banjarmasin, Jumat (31/10) pagi langsung memilih beristirahat di Hotel Banjarmasin International.

Usai salat Jumat band yang digawangi Rizal (vokal), Radha dan Mai (gitar), Andit (drum), serta Endra (bass) ini bakal langsung menggelar agenda kunjungan.

Promotor acara Benny Abubakar mengatakan ada beberapa agenda Armada nanti seperti pada pukul 14.00-15.00 akan melakukan live interview di BPost Radio.

Kemudian pada 15.00-15.30 wawancara dengan Kompas TV dilanjutkan melakukan perjalanan ke salah satu rumah makan cepat saji di Ahmad Yani Km 4,5 Banjarmasin pada pukul 16.00-17.00.

"Setelah itu ada visit 2 radio lagi, terakhir mungkin cek sound," terang Benny.


12.03 | 0 komentar | Read More

Idap Penyakit Langka, Sudah Setahun Anak Ini Berhenti Makan dan Minum

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di saat mayoritas anak tidak melewatkan kesempatannya untuk mengonsumsi hamburger, es krim, selai kacang, hingga permen, Landon Jones tidak lagi pernah merasa lapar atau haus, dan karenanya menolak untuk makan dan minum. Bahkan, saking anehnya, para dokter menganggap Jones (12), bocah dengan penyakit langka yang berhenti makan dan minum sejak setahun lalu ini, sebagai satu-satunya orang di dunia yang mengidap kondisi ini.

Gejala aneh ini datang tanpa peringatan. Di suatu pagi pada 14 Oktober 2013 lalu, Jones terbangun di pagi hari dan mengeluhkan pusing serta rasa sesak pada bagian dada. Hasil scan pada bagian dada menunjukkan, ada infeksi bakteri di paru-paru kirinya yang pada akhirnya berhasil diobati. Namun, setelah itu, ia berhenti makan.

Untuk menyembuhkan penyakit sulit makan dan minumnya, sejak tahun lalu, Jones bersama keluarganya telah mengunjungi dokter di lima kota. Jones juga telah mengikuti serangkaian tes yang tak terhitung jumlahnya, termasuk di antaranya mulai dari scan otak, masalah pencernaan, hingga kemungkinan gangguan makan. Meski begitu, penyebab juga obat dari penyakitnya tak kunjung ditemukan.
 
Dr Marcc Patterson, neurologis dari Mayo Clinic yang memeriksa Jones pada November lalu mengatakan, penyakit Jones merupakan kasus yang sangat jarang terjadi di dunia dan kemungkinan ada hubungannya dengan fungsi otak, meski hingga kini, penyakit tersebut masih membingungkan para dokter.

Sementara itu, orangtuanya pun tidak punya pilihan selain memohon, bernegosiasi, dan membujuk anak mereka untuk makan dan minum. Dalam satu tahun, setidaknya penyakit itu juga telah merenggut sekitar 17 kilogram berat badan Jones dan membuat tubuhnya Lemah. Jones lebih banyak berbaring, tidak pergi ke sekolah ataupun melakukan aktivitas favoritnya.

Untuk menjaga Jones mendapatkan asupan makanan yang dibutuhkan, Dokter juga harus menggunakan selang yang mampu mentransfer makanan langsung ke perutnya.
 
Dokter melihat kemungkinan, Jones menderita disfungsi hipotalamus yang langka. Hipotalamus adalah daerah otak yang hanya berukuran sebesar kacang polong, namun mengontrol sejumlah fungsi, termasuk rasa lapar, haus, pola tidur, dan suhu tubuh.
"Saya kira hipotalamus Jones tidak bekerja dengan baik. Bisa jadi, ia adalah satu-satunya orang yang mengalami masalah ini," kata Dr Patterson.

Meski begitu, Dr Patterson tidak bisa memastikan apa yang sebenarnya dialami oleh Jones. Selama ini, beberapa penyebab disfungsi hipotalamus mencakup kekurangan gizi, infeksi, kelainan genetik, cedera kepala, dan tumor.

Adapun salah satu kemungkinan petunjuk untuk penyakitnya adalah fakta, bahwa tiga tahun lalu, Landon Jones mulai mengalami kejang. Namun masih tidak bisa dipastikan, apakah kejang atau obat yang digunakan mengendalikan kejang ada kaitannya dengan masalah kesehatannya saat ini.  


12.03 | 0 komentar | Read More

Armada Disambut Pasukan Pasmada di Bandara

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Grup musik Armada baru saja tiba di Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin, Jumat (31/10/2014) pagi. Kehadiran mereka ternyata telah ditunggu sekitar 10 Pasukan Armada (Pasmada) Kalsel.

"Syukurlah ini mereka Armada sudah ada di Banjarmasin tadi ada juga Pasmada yang menyambut," kata promotor Benny Abubakar.

Sempat menyapa para fansnya sebentar band yang digawangi Rizal (vokal), Radha dan Mai (gitar), Andit (drum), serta Endra (bass) ini langsung meninggalkan bandara menuju penginapan.

"Mereka (personil Armada) mau istirahat ini mereka menuju hotel Banjarmasin International (HBI)," kata Benny.

Kedatangan band yang hits lewat Mau Dibawa Kemana ini memenuhi undangan Nashville Pub and Cafe Hotel Banjarmasin Internasional.(Khairil Rahim)


12.03 | 0 komentar | Read More

Demi Pinggang Super Ramping, Kelly Rela Gunakan Korset Ketat 7 Tahun

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang wanita asal New York bernama Kelly Lee Dekay rela gunakan korset ketat selama tujuh tahun. Alasannya karena ia terobsesi memiliki pinggang super ramping.

Menurut laporan Daily Mail, Rabu (29/10/2014) sejak kecil, Kelly menyukai tokoh kartun dalam komik kesayangannya, Jessica Rabbit. Tokoh tersebut merupakan seorang perempuan cantik yang memiliki pinggang kecil sebesar 16 inci. Untuk memenuhi keinginan besarnya sejak kecil, akhirnya perempuan 27 tahun ini nekat gunakan korset dalam kesehariannya.

"Aku sangat bangga dengan pencapaianku saat ini. Kini, aku memiliki pinggang yang seksi dimana saat akan menggunakan pakaian apapun aku akan terlihat cantik dan seksi. Aku tahun cara ini akan berbahaya, namun aku menyukai hasil yang aku dapatkan setelah berusaha selama tujuh tahun," ungkap Kelly.

Selama tujuh tahun aktivitas Kelly tak dapat berjalan dengan lancar. Beberapa kali ia sulit melakukan kegiatan dan merasakan sakit yang luar biasa karena adanya korset yang melekat di tubuhnya. Walaupun begitu, Kelly tetap tidak melepaskan korset di tubuhnya apalagi jika ia ingin pergi dengan menggunakan baju-baju bagus. Hal ini dilakukan agar penampilannya terlihat sempurna.

"Banyak komentar miring yang berdatangan setelah melihat apa yang aku lakukan. Beberapa di antara mereka mengaku kaget dan ingin melakukan hal yang sama sepertiku. Namun, beberapa di antara mereka menghina perbuatanku. Tapi aku tidak pernah mendengarkan apa kata orang lain. Bagiku memiliki pinggang kecil seperti saat ini adalah anugerah," katanya.

Itulah sebabnya Kelly Lee Dekay rela gunakan korset ketat selama tujuh tahun untuk mewujudkan obsesinya memiliki pinggang super ramping. 


12.03 | 0 komentar | Read More

BPost Radio Berbenah Sambut Armada

BANJARMASINPOST.CO.ID - Beberapa kursi besi lengkap dengan sarung berwarna putih tersusun rapi di depan kantor BPost Radio di lantai III Gedung Djok Mentaya Jalan AS Musyafa Banjarmasin Jumat pagi.

Di belakang kursi terdapat berbagai atribut banner BPost Radio dan Kompas TV. Tempat itu disiapkan untuk tapping wawancara Band Armada yang bakal berkunjung ke BPost Radio dan Kompas TV.

"Sejak pagi kami sudah melakukan persiapan," ujar Harry salah satu penyiar BPost radio.

Harry berharap saat Live Interview dengan Armada pada 14.00 wita nanti fans Armada ikut berinteraksi melalui Telpon 0511 3351027 atau sms 08119103620 dan bisa juga tweet @bpost_radio FB Bpost radio 91.3 FM.

"Sampaikan keinginan kalian tuk band tercinta dengan santun," kata dia.


12.03 | 0 komentar | Read More

Tunjangan Sertifikasi Tinggal Menghitung Hari

Written By Unknown on Rabu, 29 Oktober 2014 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Tinggal dua hari saja lagi sudah memasuki Nopember. Namun dana sertifikasi guru belum juga cair. Biasanya dana itu cair pertengahan Oktober.
       
Beberapa guru sekolah dasar yang dikunjungi Bpost mengaku sangat berharap dana sertifikasi itu cair. Biasanya Oktober minggu pertama atau kedua, dana itu cair. Tapi Oktober sudah hampir berakhir, belum juga cair, ucap seorang guru.
     
"Saya sangat berharap sekali dana sertifikasi itu segera cair, sebab saya banyak punyak anak dan keperluan pun banyak," ucap seorang guru yang enggan disebut namanya.
    
Kepala Dinas Pendidikan Tapin H Juwaini saat dikonfirmasi Bpost, Rabu (29/10/2014) mengatakan tinggal beberapa hari lagi tunjangan sertifikasi guru itu bakal cair.
    
"Ini Surat Perintah Membayar (SPM) tunjangan sertifikasi itu baru saya tanda tangani, setelah itu, baru surat tersebut dikirim ke Pemda, kemudian diproses oleh bank, lalu cair, mudahan minggu ini cair," ungkap Juwaini kepada Bpost.


12.03 | 0 komentar | Read More

Warga Hadiri Sosialisasi KTP Gratis

banjarmasinpost.co.id/ibrahim

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tapin menggelar sosialisasi tentang penggratisan pembuatan dokumen, Rabu (29/10) pagi di aula Kecamatan Tapin Utara (Taput). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tapin menggelar sosialisasi tentang penggratisan pembuatan dokumen, Rabu (29/10) pagi di aula Kecamatan Tapin Utara (Taput).
    
Acara itu bertema "Sosialisasi Kebijakan Kependudukan tentang Undang-Undang No 24 tahun 2013 dan Peraturan Bupati No 22 tahun 2014".
    
Sosialisasi yang dihadiri sekitar 60 warga dari kepala desa, ketua RT dan tokoh masyarakat itu dikumpulkan untuk mendengar informasi tentang pembutan dokumen yang telah digratiskan.
      
Dokumen yang digratiskan itu di antaranya pembuatan dokumen kartu keluarga, kartu tanda penduduk, akta kelahiran.
      
Menurut Sekretaris Disdukcapil Tapin, Sarkati, Bupati Tapin HM Arifin Arpan telah mengeluarkan Peraturan Bupati Tapin No 22 tahun 2014 tentang perubahan tarif retribusi penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil di Kabupaten Tapin. Perbup itu terbit 1 Oktober 2014.
      
Menurut Sarkati, inti dari perbup Tapin itu menggratiskan pembuatan dokumen di antaranya KTP, KK dan akta kelahiran. Sarkati berharap kepada masyarakat supaya mengurus sendiri dalam pembuatan dokumen.

Penulis: Ibrahim Ashabirin

Editor: Didik Trio


12.03 | 0 komentar | Read More

Siswa SLTA Ikut Sarasehan Budaya

banjarmasinpost.co.id/ahmad mas ramadhan

Siswa SLTA sederajat, pengajar, budayawan, dan pemerhati berkumpul di Aula Selidah Pemkab Barito Kuala (Batola), Rabu (29/10/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Siswa SLTA sederajat, pengajar, budayawan, dan pemerhati berkumpul di Aula Selidah Pemkab Barito Kuala (Batola), Rabu (29/10/2014).

Mereka menghadiri Sarasehan (diskusi) Perkembangan Seni dan Budaya Tradisional yang dilaksanakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) setempat.

Sarasehan yang menghadirkan Dosen Unlam Banjarmasin yang juga Budayawan Kalsel, Dr H Zulkifli Musaba MPd sebagai pembicara.Keterlibatan para pelajar dalam kegiatan ini agar generasi muda memiliki pemahaman nilai-nilai luhur yang terkandung dalam beragam kebudayaan di Batola.

Diharapkan, melalui kegiatan, para pelajar/generasi muda mampu meningkatkan pemahaman warisan budaya bangsa, lebih-lebih dalam menyikapi perkembangan global.  

Bupati Batola H Hasanuddin Murad melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) M Anthony berharap, melalui kegiatan selain mampu menggali dan menelusuri keberagaman seni dan budaya tradisional di Batola juga mampu membangkitkan kesadaran dan partisipasi seluruh komponen sesuai fungsi dan peran.

Kepala Disporbudpar Batola H Mahali SH mengutarakan, di Batola terdapat ragam suku, adat istiadat dan budaya yang memiliki kekhasan yang mengandung nilai kearifan lokal dalam kehidupan dan perlu dilestarikan.


12.03 | 0 komentar | Read More

Susi Pujiastuti Seorang 'Bakul Ikan'

Susi Pujiastuti punya kisah hidup menarik di wilayah Pangandaran, Jawa Barat. Jauh sebelum ia berlari-lari kecil di halaman Istana Negara saat diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja, Susi sudah menjalanin kehidupan berpeluh mulai dari jualan bed cover hingga begadang di tempat pelelangan ikan. Berikut sepenggal kisah hidup menteri 'nyentrik' tersebut.

PADA tahun 2004, ibu-ibu nelayan yang tergabung dalam delapan rukun nelayan (RN) di kawasan Pantai Ciamis Selatan (waktu itu Pangandaran belum berpisah dari Ciamis), mendaulat Susi Pusjiastuti sebagai "Ibu Nelayan Pangandaran".

"Gelar Ibu Nelayan Pangandaran untuk Ibu Susi belum dicabut sampai sekarang," ujar Sekretaris HNSI Ciamis Asep Nurdin yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Pangandaran kepada Tribun Jabar, Senin (27/10/2014).

Pemberian gelar "Ibu Nelayan Pangandaran" kepada Susi, kata Asep, atas jasa Susi dengan kegiatan ekspor ikan, khususnya ikan layur dan udang lobster yang berdampak pada kesejahteraan nelayan di pantai selatan Pangandaran.

Sebagai bakul ikan, Susi membeli ikan nelayan dengan harga yang tinggi. Oleh Susi, ikan layur dan lobster dari Pangandaran diekspor ke Jepang. Menurut Asep, Susi terjun menjadi bakul ikan pada tahun 1980-an setelah meninggalkan bangku kelas dua SMA di Yogjakarta.

Susi sempat menjadi penjual bed cover ke pengelola hotel di Pangandaran. Sebagai bakul ikan, Susi rela malam-malam nongkrong di TPI Pangandaran, menunggu nelayan pulang melaut. Susi juga pernah jadi penampung sarang burung walet. Dia mencari sarang burung walet hingga ke Sumatera.

Bahkan tahun 1993, Susi mendirikan pabrik pembekuan ikan dan udang dengan merek "Susi Brand". Awal era reformasi, Susi benar-benar mendapat berkah. Usaha ekspor ikan dan udangnya makin berkibar. Ekspor ikannya dibayar dengan dolar.

Tahun 2003 Susi membeli sebuah pesawat terbang Cessna jenis Caravan untuk membawa udang lobster dari Pangandaran ke Cengkareng. Dengan pesawat yang sama, Susi berburu udang lobster ke berbagai pantai.

Keberadaan Bandara Nusawiru yang saat itu belum berfungsi sebagaimana adanya sangat mendukung usaha Susi mengembangkan usaha ekspor ikannya. Susi menjadi nelayan pertama di Indonesia yang mempunyai pesawat terbang.

Untuk mendapat ikan dan lobster, Susi sampai terbang ke Simeuleu, Aceh dan Pulau Yakihimo di Papua. Pabrik pembekuan ikan milik Susi terus berkembang, ratusan warga sekitar direkrutnya jadi  pekerja pabrik.

"Sebagai pengusaha ikan, Susi hapal betul karakter dan kondisi nelayan di pusat-pusat produksi ikan laut. Ia juga tahu betul karakter pasar ikan di tingkat nasional dan pasar ekspor," ujar Asep.

Tsunami besar yang melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 menjadi titik perubahan kehidupan bisnis yang dilakoni Susi. Pesawat terbang Susi merupakan pesawat terbang pertama yang mendarat di Simeuleu, hanya dua hari setelah tsunami yang menewaskan ratusan ribu nyawa tersebut.

Pesawat Susi tak hanya membawa bantuan kemanusian, obat-obatan tetapi juga jurnalis dari luar negeri termasuk CNN. Selama kondisi darurat bencana di Aceh waktu itu, pesawat Susi dicerter banyak pihak terutama pihak luar negeri untuk mendistribusikan bantuan.

Sejak itu pesawat terbang Susi terus bertambah. Kini Susi dengan Susi Air tidak hanya memiliki 41 pesawat berbagai jenis, tetapi juga menjalani sekitar 250 (75 persen) rute penerbangan pesawat perintis di tanah air mulai dari Sumatera  hingga Papua. Susi selanjutnya bahkan membuka sekolah pilot.

Menurut mantan Kades Pananjung, H Maolin, Susi Pujiastuti tinggal di Jalan Merdeka, Dusun Karangsalam RT 07/01, Desa Pananjung Pangandaran.

Susi anak pertama dari empat bersaudara, dan satu-satunya anak perempuan dari pasangan H Ahmad Karlan (alm) dan Hj  Suwuh Lasmina (almh). Asep yakin, sebagai orang Pangandaran, Susi takkan lupa kepada Pangandaran dan nelayannya. Andri M Dani/Tribun Jabar


12.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger