Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ini Latar Belakang Abu Bakr Al Baghdadi, Pemimpin ISIS

Written By Unknown on Jumat, 01 Agustus 2014 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID — Tanggal 5 Juli, Abu Bakr al-Baghdadi, yang dikenal di antara para pendukungnya sebagai Khalifah Ibrahim, untuk pertama kalinya memperlihatkan wajahnya pada khotbah hari Jumat di Mosul, Irak. Sebelumnya beberapa fotonya memang dibocorkan, tetapi Baghdadi sendiri tidak tampil di muka umum selama empat tahun sejak menjadi pemimpin kelompok yang sebelumnya bernama Negara Islami Jihadis Irak, nama sebelum ISIS, yang sekarang menjadi Negara Islam.

Sebelum April 2013, Baghdadi juga tidak terlalu banyak mengeluarkan pesan audio. Pernyataan tertulis pertamanya adalah sambutannya terhadap tewasnya Osama bin Laden pada bulan Mei 2011. Pesan audio pertamanya dikeluarkan bulan Juli 2012, berisi ramalan kemenangan Negara Islam di masa depan.

Sejak kemunculan kelompok tersebut, 15 bulan lalu, informasi tentang Baghdadi yang disediakan untuk media meningkat. Jumlah informasi khusus tentang latar belakangnya juga bertambah.

Bulan Juli 2013, ahli ideologi asal Bahrain, Turki al-Binali, yang menggunakan nama Abu Humam Bakr bin Abd al-Aziz al-Athari, menulis biografi Baghdadi terutama untuk menggarisbawahi sejarah keluarga Baghdadi. Dia menyatakan Baghdadi memang keturunan Nabi Muhammad, salah satu persyaratan kunci dalam sejarah Islam untuk menjadi khalifah atau pemimpin semua warga Muslim.

Baghdadi dikatakan berasal dari suku al-Bu Badri, yang sebagian besar berada di Samarra dan Diyala, Baghdad utara dan timur, dan secara historis penduduknya dikenal sebagai keturunan Muhammad.

Turki al-Binali kemudian menyebut bahwa sebelum invasi Amerika Serikat terhadap Irak, Baghdadi menerima gelar doktor dari Universitas Islami Baghdad, yang memusatkan kajian pada kebudayaan, sejarah, hukum, dan yurisprudensi Islam.

Baghdadi sempat berkhotbah di Masjid Imam Ahmad ibn Hanbal di Samarra.

Dia memang tidak memiliki gelar dari lembaga keagamaan Sunni seperti Universitas al-Azhar di Kairo atau Universitas Islami Madinah di Arab Saudi. Meskipun demikian dia lebih memiliki pengalaman pendidikan Islam tradisional dibandingkan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden dan Aymen Al Zawahiri, yang keduanya adalah orang biasa, insinyur, dan dokter.

Karena itulah Baghdadi menerima pujian dan legitimasi yang lebih tinggi di antara pendukungnya.

Setelah invasi AS terhadap Irak di tahun 2003, Baghdadi dan beberapa rekannya mendirikan Jamaat Jaysh Ahl al-Sunnah wa-l-Jamaah (JJASJ), Angkatan Bersenjata Kelompok Warga Sunni, yang beroperasi dari Samarra, Diyala, dan Baghdad. Di dalam kelompok ini, Baghdadi menjadi pemimpin dewan hukum. Pasukan pimpinan AS menahannya dari bulan Februari-Desember 2004, tetapi membebaskannya karena Baghdadi tidak dianggap sebagai ancaman tingkat tinggi.

Mengikuti jejak Al Qaeda di Tanah Dua Sungai mengubah nama menjadi Majlis Shura al-Mujahidin (Dewan Syura Mujahidin) pada permulaan tahun 2006, pimpinan JJASJ menyatakan dukungannya dan penggabungan diri.

Di dalam struktur baru, Baghdadi bergabung dalam dewan hukum, tetapi tidak lama kemudian organisasi mengumumkan perubahan nama kembali di akhir tahun 2006 menjadi Negara Islam Irak (ISI). Baghdadi menjadi pengurus umum dewan hukum provinsi di dalam "negara" baru disamping anggota dewan penasehat senior ISI.

Ketika pimpinan ISI, Abu Umar al-Baghdadi, meninggal pada April 2010, Abu Bakr al-Baghdadi menggantikannya.

Sejak menjadi pemimpin Negara Islam, Baghdadi membangun dan membangkitkan kembali organisasi yang berantakan karena kebangkitan kesukuan Sunni yang menolaknya, sementara di saat yang sama kekuatan militer AS juga meningkat.

Dibandingkan dengan usaha pertama Negara Islam untuk berkuasa dalam sepuluh tahun terakhir, sampai sejauh ini, walaupun masih menggunakan kekerasan, mereka dipandang lebih berhasil meskipun tetap timbul pertanyaan tentang kelangsungannya dalam jangka panjang.

Keberhasilan ini sebagian karena mereka menggabungkan penerapan hukum keras dengan layanan sosial, disamping juga strategi pemberian umpan.

Jika ditelaah, ISIS menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat dan Tigris di samping daerah yang memiliki minyak di Irak dan Suriah.

Baghdadi dan pemimpin ISIS lain menyadari monopoli atas energi dan peningkatan kekuatan militer akan memudahkan penghimpunan kekuatan.

Tidak bisa diramalkan secara persis nasib ISIS di masa mendatang, tetapi Baghdadi jelas membuat organisasinya menjadi lebih dikenal dunia.


12.03 | 0 komentar | Read More

4 Agustus, PDAM di Banjarmasin Utara Mati Selama 6 Jam

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelanggan PDAM Bandarmasih wilayah Banjarmasin Utara harus bersiap-siap. Di wilayah ini pada 4 Agustus nanti, aliran air bersih akan mati selama 6 jam. Hal ini sehubungan adanya pekerjaan rehab penggantian jembatan pipa steel diameter 200 mm di Jalan Adhyaksa (depan kantor bantu PDAM)

Humas PDAM Bandarmasih Banjarmasin, Nursiah mengatakan pengerjaan tersebut akan dilaksanakan pada Senin, tanggal 4 Agustus 2014, dari pukul 09.00 s/d 15.00 Wita.

"Karena pekerjaan tersebut, supply air distribusi untuk wilayah Banjarmasin Utara sebagian akan mengalami penurunan sampai dengan mati total dan diperkirakan distribusi akan normal kembali seperti sediakala ±6 jam setelah selesai pekerjaan," ujarnya melalui BC di BBM.


12.03 | 0 komentar | Read More

Pemerasan di Seberang Istana Negara

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Deretan mobil milik wisatawan mengular di pinggir Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Setiap berjarak 10 meter, dijaga oleh seorang tukang parkir yang berbeda. Mereka mengatur mobil yang keluar masuk di areanya masing-masing dengan menarik sejumlah uang.

Para tukang parkir tersebut tidak mengenakan seragam selayaknya tukang parkir resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Gaya saat mengatur keluar masuk mobil tersebut cenderung kasar. Berteriak-teriak sambil memukul-mukul mobil jika pemilik mobil tidak mengikuti instruksi sang tukang parkir.

Meskipun jalan tersebut berada tidak jauh dari pusat-pusat kekuasaan, sebut saja ada Istana Negara, Istana Wakil Presiden dan Balaikota, rupanya tidak juga menghentikan praktik-praktik ilegal berbau pemerasan semacam itu. Apa lagi jika bukan parkir liar.

Doni Irawan (32), serta keluarga datang jauh-jauh dari Magelang, Jawa Tengah, 28 Juli 2014, tepat saat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Niat berwisata ke Monumen Nasional (Monas) sekaligus menaiki bus tingkat City Tour Jakarta terganggu oleh praktik 'getok' uang parkir sebesar puluhan ribu.

Pria yang berwirausaha di bidang konstruksi baja itu sampai ke pelataran Monas sekitar pukul 13.00 WIB. Lantaran berputar-putar ke pelataran parkir Monas namun tidak kunjung mendapat parkir, dia mengarahkan mobil ke tepi Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Pas saya turun, tukang parkir minta dibayar duluan. Saya kasih Rp 5.000, tapi dia mintanya Rp 20.000," ujar Doni, Kamis (31/7/2014) siang.

Semula, Doni yang datang bersama istri, dua anak serta saudaranya hendak menolak uang parkir yang diminta. Namun, dirinya tak ingin merusak suasana liburan bersama keluarga. Akhirnya, dengan terpaksa dia menyerahkan selembar uang Rp 20.000 pada tukang parkir.

Sang istri, Elva Kurnia Dewi (31), khawatir jika permintaan tak dipenuhi, tukang parkir akan berbuat yang tidak-tidak kepada mobilnya. Pasalnya, ketika sekeluarga tengah berjalan di antara mobil-mobil yang sedang parkir, wanita yang bekerja sebagai notaris ini memergoki tukang parkir yang tengah mengempesi ban salah satu mobil.

"Saya sih enggak tau kenapa dikempesi kayak gitu. Saya nebak-nebak saja mungkin pemilik mobil enggak bayar sesuai yang diminta atau gimana," ujar dia.

Pemuda yang didapatinya tengah mengempesi ban mobil tidak menggunakan seragam parkir atau tidak mengenakan atribut Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Oknum tukang parkir tersebut, kata Elva, mengenakan kaos hitam dan celana jins saja.

"Sangat keberatan sebenarnya. Orang kemarin saya ke Mal Taman Anggrek saja Rp 4.000 per jam, masak ini puluhan ribu? Pemerasan ini namanya. Tapi ya terpaksa parkir di situ. Mau di mana lagi?" timpal Doni.

Tak hanya Doni dan Elva, wisatawan asal DKI Jakarta lain bernama Charles Dirgantara (35) mengakui mengalami hal yang sama. Dia malah lebih parah dari Doni. Tukang parkir meminta uang parkir sebesar Rp 30.000 di awal dan Rp 10.000 pada saat mobilnya mau keluar.

"Padahal, saya cuma sebentar parkirnya. Anak saya cuma mau beli gulali sama mainan di dalam. Saya mau melawan tapi malaslah, ya sudah," ujar dia saat hendak ingin menaiki bus tingkat City Tour di Halte Balaikota.

Kompas.com sempat mencoba mewawancarai juru parkir di jalan tersebut. Namun, mereka tidak bersedia menjawab. Salah satu tukang parkir malah membentak dengan berteriak, "wartawan enggak ada urusan. Kami ini hanya cari makan," ujar dia.

"Bukan Tanggung Jawab Kami"

Kepala Unit Pelaksana (UP) Perparkiran DKI Jakarta Sunardi Sinaga menampik aktivitas parkir liar di seputaran Monas berada di bawah tanggung jawabnya. Menurutnya, aktivitas itu tanggung jawab Polisi, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan.

"Lokasi yang kami (UP Perparkiran) kelola itu, yakni di parkir IRTI. Tarif pun sesuai retribusi parkir," ujar Sunardi saat dikonfirmasi, Kamis siang.

"Jika ada pengelolaan perparkiran di luar IRTI, yakni di seputaran Monas, berarti itu liar dan bukan tanggung jawab kami," sambung dia.

Sunardi mengatakan, pihak yang seharusnya melakukan penindakan atas aktivitas parkir liar tersebut adalah Kepolisian setempat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau personel Dinas Perhubungan. Pihaknya tidak ingin mencampuri tugas pokok fungsi lembaga lain.

"Ya, semestinya ditertibkan. Bila perlu orang itu ditangkap. Itu ilegal, bahkan kategori aksi pidana karena ada unsur pemerasan," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Sunardi menyarankan kepada wisatawan yang 'digetok' uang parkir mahal oleh tukang parkir tersebut untuk parkir di pelataran yang telah disediakan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang parkir kepada oknum tersebut.

Hingga saat ini, Kepala Kepolisian Sektor Metro Gambir Ajun Komisaris Besar Putu Putra Sadana belum memberikan keterangan soal praktik pemerasan tersebut.


12.03 | 0 komentar | Read More

Sarat Masalah, Neverland Milik Jacko Mulai Dilego

BANJARMASINPOST.CO.ID - Properti istimewa yang pernah menjadi hunian Raja Musik Pop, Michael Jackson, akan dijual. Kabar ini terdengar dari investor real estat, pendiri, pimpinan, dan CEO Colony Capital, Thomas Barrack Jr.

Seperti dikutip Bloomberg, Barrack kini tengah mempersiapkan properti yang dikenal dengan nama Neverland tersebut untuk dijual. Dia ingin mengembalikan nilai properti pada puncaknya.

Belum jelas berapa harga yang ditawarkan untuk properti ini. Menurut broker yang berasosiasi dengan Berkshire Hathaway HomeServices, Thomas LePley, kemungkinan properti itu bernilai 35 juta dollar AS (Rp 355,5 miliar) hingga 50 juta dollar AS (Rp 592,5 miliar).

"Kami benar-benar hanya menjadi penjaga properti yang tidak tergantikan dan kami bangga mengatakan bahwa kami telah mengembalikannya ke keanggunan sebenarnya ketika Michael pertama kali membayangkannya," ujar Barrack dalam surelnya yang dikirim ke Bloomberg. Dalam surat yang sama, dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan penjualan Neverland.

Langkah yang diambil Colony Capital ini berawal dari kesepakatan antara Barrack dan Jackson. Mengutip FORBES, keduanya sudah sepakat bahwa Colony Capital akan menjadi mitra pengelola Neverland dan mengambil alih nota senilai 23 juta dollar AS (Rp 272,5 miliar) yang dipegang oleh reksa dana saham swasta, Fortress.

"Kami frustrasi, kecewa, dan sedih karena harus mengalami hal ini," ujar seorang perwakilan bagi properti milik Jackson dalam surel pada FORBES. "Sayangnya, Michael kehilangan kendali atas Neverland pada masa hidupnya karena saran dari manager terdahulu."

Perjanjian rumit

Perjanjian antara Barrack dan Jackson cukup rumit. Barrack mengungkapkan bahwa nota yang diambilnya tersebut merupakan permintaan dari Jackson sendiri. Padahal, dia sudah memperingatkan Sang Bintang akan konsekuensinya. Menurut Barrack, jika Jackson menyerahkan nota tersebut, dia harus benar-benar tertarik membangun program ke depan untuk membuat penghasilan bagi Jackson sendiri.

Kesepakatan yang mulai berlaku pada 2008 tersebut kemudian menjadikan Colony sebagai pengelola Neverland dan membuatnya jadi semacam usaha patungan (joint venture) dengan Jackson. Setiap dollar yang diinvestasikan oleh Colony, ekuitas akan meningkat. Ini artinya, nilai kepemilikan Jackson atas properti ini akan turun di atas kertas.

Selama enam tahun terakhir pun Colony terus mendanai pemeliharaan Neverland. Perusahaan tersebut kemungkinan memberikan lima juta dollar (Rp 59,2 miliar) per tahun. Jika ditambahkan nota 23 juta dollar (Rp 272,5 miliar), dalam perhitungan kasarnya, perusahaan ini telah memberikan 50 juta dollar AS (Rp 592,5 miliar) ke properti tersebut. Hal ini juga memberikannya hak untuk menjual properti.

Pihak Jackson memang sudah berusaha untuk mempertahankan Neverland dengan cara merencanakan berbagai alternatif pengelolaannya. Misalnya, Jackson pernah ingin membuat Neverland sebagai sekolah seni pertunjukkan, bahkan ada pula rencana untuk membuatnya menjadi taman hiburan.

Namun, kawasan Los Olivos, lokasi Neverland, jauh dari keramaian. Untuk mencapai lokasi tersebut pun butuh melewati jalan gunung sempit dan berliku. Tidak kondusif untuk membawa raturan ribu pengunjung tiap tahun.

Selain itu, Neverland pun hingga kini terbebani pajak, serta pengeluaran lain. Neverland harus mencetak penghasilan yang begitu besar untuk menutup semua ini.

Jika Neverland jadi terjual, tampaknya hanya satu hal yang harus diingat oleh pembelinya bahwa Neverland akan selalu jadi ikon tempat tinggal Michael Jackson. Sebelumnya, Lady Gaga dan Jay Z pun sudah dikabarkan tengah memperebutkan properti ini. Barrack hanya berpesan bahwa Colony ingin mempertahankan Neverland sebagai "penghormatan abadi bagi Michael Jackson".

Lagipula, Neverland berada di atas tanah untuk agrikultur. Akan sulit bagi pemiliknya untuk mengubah peruntukan Neverland.


12.03 | 0 komentar | Read More

Mercure Banjarmasin Sediakan Paket Halal Bihalal

BANJARMASINPOST.CO.ID - Usai Ramadan, Mercure Hotel Banjarmasin langsung memberikan promo menarik lainnya. Paket Halal Bihalal sudah disiapkan bagi yang ingin merayakan setelah merayakan kemenangan besar.

"Saatnya jalin silaturahmi bersama sanak keluarga maupun rekan dan relasi. Halal Bihalal Package kami siapkan dengan tarif Rp 150.000nett/orang, minimum pesanan 50 orang," beber Enny Iskandar, Direktur Penjualan Hotel Mercure Banjarmasin.

Dipaparkannya, banyak keuntungan bisa didapat. Salah satunya tempat yg mewah dan sudah mendapatkan jatah 1x makan siang atau makan malam.

"Sudah termasuk pula panggung dan mini garden, sound sistem dan microphone serta backdrop. Ucapan selamat datang dan merchandise untuk pemesan," jelas Enny,

Penawaran menarik ini berlaku mulai 1-10 Agustus 2014. Sementara buat 3 pemesan pertama ada bonus diskon 10%. 


12.03 | 0 komentar | Read More

Bank Kalsel Unit Samsat Beroperasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah libur beberapa hari, Bank Kalsel Unit Samsat Banjarmasin beroperasi kembali mulai Jumat (1/8/2014).

"Mulai hari ini, Jumat kami beroperasi kembali. Tapi besok Sabtu (2/8/2014) kami libur. Kemudian Senin (4/8/2014) kami beroperasi seperti biasanya,"ungkap seorang petugas teller Bank Kalsel.

Nasabah yang datang ada yang menyetorkan uang, maupun membayar PBB. Sementara pelayanan Kantor Samsat Banjarmasin masih libur hingga Sabtu (2/8/2014). Senin kantor pelayanan ini akan beroperasi seperti biasa. (jumadi)


12.03 | 0 komentar | Read More

Koleksi Gaun Cantik Ini Terbuat dari Kondom Warna-warni

Written By Unknown on Rabu, 30 Juli 2014 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID – Mengenakan busana dari sutra, katun, renda bordir, dan satin, itu sudah biasa. Nah, yang luar biasa adalah busana dari kondom. Pernah mencoba? Berikut uraiannya!

Seorang perancang busana dari Brasil, Adriana Bertini, menciptakan beberapa koleksi gaun yang terbuat dari kondom. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman virus HIV/AIDS yang terus menelan korban di sejumlah negara di dunia.

Bertini menamakan rangkaian koleksi terbarunya ini dengan istilah Condom Coutoure. Uniknya, kondom yang digunakan oleh Bertini ini bukanlah terbuat dari kondom baru, melainkan kondom yang tidak lolos kontrol kualitas.

Menurutnya, dibandingkan dibuang menjadi limbah pabrik, lebih baik dikaryakan menjadi sebuah karya mode untuk kampanye kesehatan yang positif.

Seluruh koleksinya tersebut dipamerkan di atas pentas peraga, bersamaan dengan konferensi AIDS Internasional di Melbourne, Australia, beberapa waktu lalu. Harga yang dibanderol terbilang fantastis, yakni 170 ribu poundsterling atau lebih kurang Rp 3,3 miliar.

Lewat kreativitas tanpa batasnya, Bertini menjahitkan kondom warna-warni pada bahan tile, sehingga tersebar nuansa feminin nan menggelitik pada keseluruhan busana.

"Dengan memanfaatkan materi utama (kondom) dalam pencegahan HIV/AIDS, saya menebarkan inspirasi positif, dan menaklukan segala isu tabu berkaitan dengan virus mematikan ini," tulis Bertini pada laman Facebook Page.

Seperti dikutip Huffington Post, semenjak tahun 90-an, Bertini memang dikenal sebagai seorang aktivis HIV/AIDS, yang menyuarakan keinginan dan pesan lewat sejumlah rangkaian busana kontroversial.


12.03 | 0 komentar | Read More

Sepatu Kulit Pisang Suminah Tembus Pasar China dan Ukraina

BANJARMASINPOST.CO.ID, BENGKULU - Suminah, ibu rumah tangga warga Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu, tak menyangka kemampuannya memintal dan mendesain sepatu berbahan dasar kulit pisang membuat ia menjadi pengusaha kecil yang mulai membidik pasar ekspor China dan Ukraina.

Sepatu buatan tangan berbahan dasar batang pisang tersebut ia geluti bermula dari kerisauannya melihat kebun pisang seluas setengah hektare yang ia miliki di belakang rumah.

"Awalnya saya tidak membuat sepatu tetapi batang pisang tersebut saya olah untuk kerajinan tangan seperti gantungan kunci, tas, tempat tissue dan sebagainya, yang dijual dalam pasar terbatas pesanan konsumen," kata Suminah saat ditemui di rumahnya, pekan lalu.

Namun, lanjut dia awal tahun 2012, Pemprov Bengkulu menyarankan agar kerajinan batang pisang itu dimodifikasi dengan pembuatan sepatu fashion untuk perempuan dan ternyata berhasil.

Atas kerjasama dengan pemerintah, akhirnya ia sempat beberapakali mengenyam sekolah khusus pembuatan sepatu di Balai Persepatuan Indonesia di Sidoarjo. Bahkan tahun 2014 ia berencana mengambil pendidikan khusus pecah pola sepatu.

Sepatu fashion berbahan dasar batang pisang ini memang belum populer di kalangan masyarakat umum. Hanya kalangan tertentu yang memesan itu pun kebanyakan pesanan dari luar Bengkulu, seperti Gorontalo, Jawa Tengah, Jakarta, dan beberapa isteri kalangan pejabat seperti gubernur dan bupati.

"Beberapa kali saya dikirim pemerintah untuk ikut pameran seperti di China bahkan September 2014 jika tak ada halangan saya dikirim juga ke Ukraina untuk promosi dan pameran sepatu karya saya ini," kata dia bangga.

Sepatu dan sandal buatan Suminah jika diamati cukup mengikuti tren mode dengan bentuk dan desain yang sedang digandrungi para kaum remaja dan para ibu. "Sepatu ini memang fashion terbatas cukup modis untuk digunakan para remaja dan kaum ibu jika hendak jalan ke mal, dan sebagainya," kata dia.

Hingga kini dalam satu bulan ia menerima pesanan pembuatan sepatu tersebut antara 10 hingga 15 pasang dengan harga beragam. Ia menjual sepatu berbahan dasar batang pisang tersebut bervariasi antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

Sedangkan untuk model sandal dengan motif batik besurek khas Bengkulu antara Rp 60 ribu hingga Rp 250 ribu. Sejauh ini, ia katakan kendala terberat yang ia hadapi adalah persoalan permodalan. Soal pemasaran, ia tak mempersoalkannya karena ia telah cukup dikenal dan memiliki branding dengan merek Mega Souvenir.

Permodalan, kata dia, terbentur karena membeli bahan baku tergolong susah. Sebab, tidak saja membutuhkan batang pisang. "Bengkulu masih susah bahan baku, kalau batang pisang cukup namun untuk bahan baku seperti lem, insol, high heels, cat dan pengkilap harus pesan di Pulau Jawa," ungkap dia.

Bisnis tersebut dimulainya dengan modal yang murah yakni sebesar Rp 150 ribu. Saat ini omzet usaha Suminah bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejauh ini ia katakan peran pemerintah sudah maksimal, tinggal lagi permodalan yang ia butuhkan untuk dapat terus beroperasi bersama empat orang karyawannya.


12.03 | 0 komentar | Read More

Telan Korban, Polisi Tidak Periksa Panitia Sedekah di Rumah JK

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Polisi sampai saat ini belum berencana memeriksa panitia penyelenggara sedekah di kediaman Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla di Makassar yang mengakibatkan nyawa seseorang bocah melayang, Selasa kemarin.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Fery Abraham, Rabu (30/7/2014), mengaku tetap mengikuti perkembangan insiden meninggalnya Dika (11) di kediaman JK saat open house lebaran.

"Kami tetap terus mengikuti perkembangan insiden itu, bahkan kami mengikuti Pak JK melayat ke rumah duka di Jalan Daeng Tantu, Kelurahan Rappokalling Barat, Kecamatan Tallo, tadi pagi," kata Fery.

Menurut dia, pihak keluarga ingin sekali bertemu dengan JK. "Akhirnya Pak JK memenuhi permintaan keluarga korban. Jadi untuk sementara, belum ada rencana memeriksa panitia penyelenggara sedekah dalam acara open house di kediaman JK," katanya.

Meski demikian, Fery memastikan insiden itu menjadi atensi. Petugas akan mengevaluasi pengamanan pembagian sedekah itu.

"Kami tetap membuat laporan mulai dari sistem pengamanan, membawa korban ke rumah sakit, meninggalnya, dibawa ke rumah duka, diberi santunan oleh keluarga JK, diberi santunan oleh Pemkot Makassar, pengawalan ke pemakaman dan lainnya," ucap dia.

Sebelumnya telah diberitakan, dalam acara open house dikediaman JK di Jalan Hadji Bau, Makassar menewaskan seorang gadis belia, Dika (11) dan sebelas orang lainnya luka-luka yang harus mendapat perawatan tim medis karena berdesak-desakan.

Membludaknya massa di acara open house di kediaman JK, lantaran adanya pembagian sedekah Rp 50.000 per orang. Sehingga, petugas keamanan kewalahan menghadapi desakan ribuan warga.


12.03 | 0 komentar | Read More

Sejumlah Warga Indonesia Muncul dalam Video ISIS

BANJARMASINPOST.CO.ID, CANBERRA — Sekelompok warga Indonesia muncul dalam sebuah video yang dirilis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meminta kaum Muslimin di Indonesia untuk bergabung dengan kelompok mereka.

Video berdurasi delapan menit di-posting oleh ISIS dengan judul "Ayo Bergabung". Video itu menyerukan kewajiban bagi kaum Muslimin untuk bergabung dan menyatakan dukungan bagi kelompok tersebut.

Dalam video itu, seorang sosok yang disebutkan bernama Abu Muhammad al-Indonesi tampil berapi-api meminta dukungan warga Indonesia lainnya bagi perjuangan ISIS.

"Mari berusaha sekuat-kuatnya, baik secara fisik maupun materi, untuk hijrah ke Negara Islam (ISIS) ini," demikian antara lain dikatakan Abu Muhammad. "Ini merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah".

Abu Muhammad mempertanyakan kaum Muslimin yang hidup di negara-negara Barat, dan mendorong mereka untuk menumbuhkan motivasi melakukan jihad. "Apakah istrimu telah menjadi alasan yang menghalangimu melakukan jihad?" katanya berargumen. "Apakah rumahmu, usaha, dan kekayaanmu lebih kamu cintai dibandingkan cinta kepada Allah, Rasul, dan jihad?"

Ini merupakan video terbaru setelah sebelumnya dua warga Australia juga tampil dalam video serupa yang dirilis ISIS bulan lalu.

Profesor Greg Barton, pakar keamanan dan ahli Indonesia dari Monash University, mengatakan, kelompok ISIS melihat potensi kuatnya dukungan dari warga Indonesia. "ISIS menyasar langsung warga Indonesia dalam video ini sebab mereka memiliki potensi pendukung," jelasnya. "Jumlah warga Indonesia yang telah bergabung sangat besar, dan ISIS melihat potensinya lebih banyak lagi."

Pekan lalu, Abu Bakar Baasyir telah menyatakan dukungannya bagi kelompok ISIS ini.

Pemerintah Indonesia saat ini menerapkan program deradikalisasi di penjara-penjara yang menampung para pelaku serangan teroris, termasuk para terpidana bom Bali.

Namun, Prof Barton mengatakan, program deradikalisasi itu masih dalam tahap percontohan. "Tak ada program yang sistematis dan pedoman jelas mengenai apa yang harus dilakukan (terkait deradikalisasi ini)," katanya.

Kelompok garis keras beraliran Sunni mendeklarasikan ISIS awal bulan ini setelah berhasil merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah. ISIS menyatakan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpinnya.

Video-video perekrutan yang dirilis ISIS sebelumnya juga menampilkan warga asal Jerman, Kanada, dan Cile.

Menurut Prof Barton, kini Pemerintah Australia perlu serius membantu Indonesia menangani hal ini. "Saatnya tepat bagi Australia untuk bekerja sama dengan Indonesia, berdasarkan pengalaman Australia sendiri, dalam meredam arus orang yang pergi bergabung ke wilayah konflik di Timur Tengah," katanya.


12.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger