Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Di 'Tumplekblek' Juga Digelar Fashion Show Anak-anak

Written By Unknown on Sabtu, 01 Maret 2014 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Punya anak yang senang bergaya dan berlenggak lenggok seperti model, ikutkan saja di lomba Fashion Show tingkat Sekolah Dasar kelas 1-3 tema "Sayur dan Buah".

Lomba yang akan digelar di Lapangan Kantor kecamatan. Banjarmasin Tengah, Jalan Pulau laut, Minggu (2/3) besok sekitar pukul 13.00 Wita.

Promotor acara, Tanjung Sari mengatakan lomba ini berhadiah piala, sertifikat dan goodybag dan hadiah lainnya.

Mengenai syaratnya ujar dia, peserta harus mengisi formulir lomba dan membayar biaya lomba yang diikuti  Rp. 25.000/lomba dan peserta lomba mendapatkan goody bag.

"Untuk lomba foto akan mendapatkan goodybag dan foto 1 lembar," jelas dia.  

Selain fashion show tingakt kelas 1-3, ujar Tanjung juga digelar Fashion show tingkat TK tema "Sporty" sehari sebelumnya.

"Fhoto ekspresi keluarga kategori TK dan Kategori SD," jelas dia.

Kegiatan itu lanjut dia dalam rangka ISAMA (Ikatan Sales Marketing Kalimantan Selatan ) yang mempersembahkan acara Tumplekblek di Sabtu-Minggu.


12.03 | 0 komentar | Read More

PLTD Baamang Belum Mampu Penuhi Permintaan Pelanggan Listrik

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Manager PLN Rayon Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Leonard Hutagalung, mengakui kebutuhan pelanggan akan listrik di Kalteng cukup tinggi sehingga pihaknya masih harus banyak membangun pembangkit listrik di Kalteng.

Dia mencontohkan seperti di Sampit dan Pangkalanbun, meskipun di sana sudah ada PLTD seperti di Kecamatan Baamang Sampit dengan daya mencapai 30 megawatt, masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang kebutuhannya lebih dari itu.

"Sampit sudah masuk sistem barito, karena jaringannya sudah konek, tetapi kami tetap membutuhkan pembangkit lagi, karena dayanya masih defisit, sehingga cara yang kami lakukan adalah membeli kelebihan daya listrik dari sejumlah perusahaan kepala sawit untuk disuplai masuk sistem barito," katanya, Sabtu (1/3/2014).


12.03 | 0 komentar | Read More

Senam Hip Hop Bersifat Dinamis

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu instruktur senam banua, Wahidah mengatakan semua kalangan bisa saja mencoba gerakan senam hip hop.

"Paduan gerak dengan iringan musik R&B dan hip hop memberi kesan dinamis," jelas dia.

Musik hip hop sudah berkembang cukup lama.Pada periode 2000-an, musik ini kian booming di Tanah Air. Seiring dengan gaya tarian yang menjadi tren di masyarakat, hip hop kemudian dikembangkan menjadi salah satu kelas dalam pusatpusat kebugaran.

Selain dinamis dan memiliki gaya, tarian ini memiliki manfaat yang tidak kalah dengan senam aerobik. Hip hop mampu memacu kerja jantung, menguras keringat, dan membakar kalori.

"Manfaatnya, tubuh menjadi segar dan fit, kesehatan pun terjaga. Tidak hanya itu, wanita yang sering berlatih gerakan ini akan mendapatkan tubuh ideal, langsing, dan bertenaga," kata Ida biasa dia disapa.

Dasar tarian ini jelas Ida dari break dance yang dikembangkan dengan menggunakan black music.

Menurut dia, hentakan dan gerakan demi gerakan yang dinamis serta gaya yang trendi, membuat hip hop sangat digemari. Hip hop tidak baku, gerakannya berkembang terus dan tidak berhenti pada model yang sudah ada.

Ceria

Siapa bilang hidup sehat dengan melakukan senam itu sangat membosankan. Senam juga bisa membuat keceriaan.

Bukti itu diungkapkan Dahliani beserta anak satu satunya, Kirani yang rajin melakukan senam Hip hop.

Bagi mereka berdua mengikuti senam ini bisa membuat ceria dan menyehatkan badan.

"Senam hiphop juga sangat menyenangkan," ujara Warga Jalan Cenderawasih Rt 17 Banjarmasin ini.

Menurut istri dari Anang ini, senam hip hop bisa membuat badan bergerak aktif dengan gerakan yang mudah dipelajari.

"Saya senam mengajak anak saya. Sebab anak saya ini anak malas berolahraga, hip hop dance  bisa dijadikan alternatif," kata ibu satu anak ini.


12.03 | 0 komentar | Read More

Pegowes Banjarmasin Post Ke Lok Baintan Promosikan Super Ball

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Goweser Banjarmasin Post Group yang tergabung dalam Banjarmasin Post Cycling Community mempromosikan Super Ball dan Metro Banjar di obyek wisata Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar, Sabtu (1/3/2014).

Rombongan yang membawa Super Ball dan Metro Banjar langsung menyuguhkannya kepada pengunjung pasar terapung.

Wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan dari Medan, Jo Zauafrullah (64) mengaku sudah mengetahui Super Ball. Begitu pula sesampainya di Banjarmasin pada Jumat kemarin, sudah membaca Super Ball dan Metro Banjar dan mengapresiasi BPCC yang masuk ke pedalaman Desa Lok Baintan.

"Saya saat tiba di Banjarmasin juga membaca Super Ball dan Metro Banjar, kalau Super Ball saya perlu berita-berita tentang Barcelona karena sebagai fans klub. Kalau Metro Banjar sebaiknya kurangi berita-berita humas," katanya.

Rombongan BPCC yang gowes hari itu dikomandoi Kepala Biro BPost Group Banjarbaru, Didik Triomarsidi. Goweser start dari Kantor BPost Group di Jalan AS Musyaffa Banjarmasin menuju Lok Baintan Martapura Kabupaten Banjar.

"Ini merupakan salah satu terobosan promo Super Ball masuk juga ke Lok Baintan. Bersyukur mendapat apresiasi positif dan ternyata warga di sana juga gila bola," ucap Didik.


12.03 | 0 komentar | Read More

Semi Fast Food Ala Rumah Makan Bumbu Desa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di Banjarmasin kini mulai banyak bermunculan rumah makan yang menyediakan masakan Sunda. Tapi, jika ingin mendapatkan masakan khas orang Jawa Barat itu secara komplit dan lengkap, datang saja ke Resto Bumbu Desa.

Di Resto yang berada dikawasan AJ Plaza Jalan S Parman (seberang Kodim Banjarmasin) ini selain menyajikan menu yang lengkap juga berbeda dengan yang lain.

Perbedaan itu tentunya dengan konsep penyajian yang semi fast food. Jadi, pengunjung tidak perlu jenuh menunggu sampai hidangan disajikan.

Sebagian hidangan sudah di display dan disediakan tepat disamping pintu masuk gedung sehingga pengunjung bebas memilihnya.

Jangan khawatir masakan terasa dingin, hidangan yang akan disantap biasanya akan dihangatkan lebih dulu.

Tidak semua makanan akan dihangatkan, tapi mana yang lebih cocok dihidangkan dalam kondisi panas.

Aneka makanan khas sunda seperti aneka tumisan dan sayur. Sedangkan lauk yang dapat dipilih berupa ayam goreng dan bakar, ikan mas dan gurame, tahu dan tempe goreng, perkedel dan bakwan.

Owner Bumbu Desa, Hj Nani mengatakan ada beberapa menu yang disajikan bisa menu biasa hingga sajian paket.

"Kalau yang biasa kita menyiapkan beraneka ayam seperti ayam hijau, kecap, budes, cobek dan laos juga ada anake ikan seperi gurame, Nila, pepes telur, rawon, sop Iga dan sop buntut," kata dia.

Sementara sajian paket ada paket nasi ayam budes dengan harga Rp 38.000 dan paket nasi Bebek Rp 28.000 serta aneka tumisan yang hanya Rp 7.000.

Hj Nani menambahkan dari sekian banyak menu yang disiapkan ada beberapa menu andalah resto miliknya.

"Ada ayam Budes dan Ayam Ijo yang paling banyak diminati," kata perempuan berjilbab ini.

Kenapa ayam Budes dan Ayam Ijo, Hj Nani menjelaskan karena bumbunya yang khas. Selain itu renyah dan gurih pada bagian luarnya dan empuk pada bagian dalamnya.

"Ayam ini sangat cocok dicocol dengan sambal terasi khas ala Bumbu Desa," lanjut dia.

Ayam Budes dibuat dengan resep khas Bumbu Desa dengan rempah rempah yang terdiri bawang Putih, kemiri dan Kuncit.

"Semuanya lalu di blender dan ditumis sampai kering hingga baunya harus baru diberi minyak goreng dan dikasih air," jelas dia.

Begitu juga dengan Ayam Cabe Ijo yang dibuat dari campuran rempah bawang putih bombai dan jahe yang cara memasaknya sama dengan Ayam Budes.


12.03 | 0 komentar | Read More

Petugas Medis di Daerah Pinggiran Minim

Petugas Medis di Daerah Pinggiran Minim

banjarmasinpost.co.id/fathurahman

Kepala Dinkes Palangkaraya, Tiur Simatupang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARYA - Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus berupaya menambah petugas medis untuk memberikan pelayanan kepada masyatakat di pinggiran Kota Palangkaraya, karena selama ini petugas medis masih minim.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Tiur Simatupang, Sabtu (1/3/2014) mengungkapkan petugas medis yang bertugas di puskesmas atau polindes di pinggirang kota memang masih sangat minim sehingga memang perlu adanya penambahan .

"Kami akui itu pelayanan kesehatan di pinggiran kota memang masih jauhd ari yang diharapkan, sehingga kami terus melakukan pendataan agar petugas pelayanan kesehatan di pinggiran kota bisa ditambah dalam setiap tahunnya sehingga bisa ideal," katanya.


12.03 | 0 komentar | Read More

BADKO Gondokusuman Nonaktifkan Sementara Maulana

Written By Unknown on Jumat, 28 Februari 2014 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Yogyakarta, Maulana (26) dilaporkan telah melakukan pemukulan terhadap seorang ustazah.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi 11 Februari 2014 di Mushala Al-Huda, tempat tinggal korban Mifrokah (56), warga Sagan, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Saat itu pelaku bersama tim suksesnya sedang melakukan sosialisasi ke wilayah Sagan dan mengajar sebagai guru mengaji.

Ketika itu tim sukses pelaku meminta masukan dan kritik untuk perbaikan proses belajar mengajar di perkampungan. Korban menyampaikan masukan, tetapi entah mengapa pelaku malah memukul korban hingga jatuh ke lantai.

Korban baru sadar bahwa dirinya dipukul tidak hanya sekali, tetapi sampai tiga kali hingga jatuh ke lantai. Atas peristiwa itu, korban mengadukan pelaku ke kepolisian setempat.

Terkait pemberitaan di media yang menimpa Maulana--yang juga salah satu pengurus BADKO TKA-TPA Rayon Gondokusuman--Ketua BADKO Rayon Gondokusuman Wahyu Hidayat menyampaikan klarifikasi dan pelurusan terhadap pemberitaan tersebut karena menyangkut lembaga.

"Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Al Quran – Taman Pendidikan Al Quran (BADKO TKA-TPA) merupakan organisasi yang berfungsi untuk mengkoordinir dan melakukan pembinaan kepada Unit TKA-TPA. Dalam kapasitas ini, BADKO TKA-TPA Rayon Gondokusuman bertanggungjawab atas unit-unit yang berada di wilayah Kecamatan Gondokusuman. Dalam rangka menjalankan amanah itu, kami--pengurus BADKO--memiliki kebijakan-kebijakan yang bertujuan agar unit yang berada di bawah koordinasi kami bisa menjalankan proses KBM dengan lancar," ungkap Wahyu Hidayat, Ketua BADKO Rayon Gondokusuman menyampaikan klarifikasinya.

Menurut Wahyu, di manapun, pasti ada yang disebut dinamika organisasi. Tidak terkecuali di BADKO Rayon Gondokusuman. Sebagaimana organisasi lain yang mengampu banyak orang, ada kalanya tidak semua unit atau pengurus unit bisa bersikap kooperatif dalam melaksanakan kebijakan.

"Untuk mereka yang belum kooperatif ini, biasanya kami menempuh beberapa langkah, seperti silaturahmi dan kami undang ke forum diskusi," jelasnya.

Pada kasus yang melibatkan Maulana dan Ustadzah Mifrokah, awalnya juga dalam rangka menjalankan kebijakan lembaga. Menurut Wahyu, Maulana berinisiatif untuk silaturahmi dan klarifikasi kepada Ustadzah Mifrokah ke TPA, karena sebelumnya beliau tidak hadir saat diundang ke forum diskusi.

"Kami mengutus salah satu pengurus untuk mendampingi Maulana. Namun, sesuai penuturan saksi, yakni salah satu
pengurus yang mendampingi Sdr Maulana, saat pembicaraan itulah muncul perselisihan, yang membuat Sdr Maulana
khilaf hingga melemparkan tas Ustadzah Mifrokah dan mengenai pelipis beliau, bukan memukul sebagaimana pemberitaan media," jelasnya.

Maka kejadian ini menurut Wahyu murni perselisihan personal antarindividu. Meskipun sempat terganggu, BADKO Rayon Gondokusuman tetap bekerja seperti biasa. Menurut penuturan salah satu rekan pengajar di sana, proses KBM di TPA Al Huda Sagan juga tetap berjalan seperti biasa.

Pasca kejadian tersebut, pihak Sdr Maulana mengupayakan agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Maulana pribadi dan pihak keluarga, sudah beberapa kali berusaha meminta maaf kepada Ustadzah Mifrokah. BADKO Rayon Gondokusuman juga sudah mengirim perwakilan untuk meminta maaf kepada beliau secara lembaga dan memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan. Tetapi, sampai saat ini pihak Ustadzah Mifrokah menghendaki tetap menempuh jalur hukum," kata Wahyu.

Wahyu juga menyampaikan bahwa Sdr Maulana adalah pengurus BADKO Rayon Gondokusuman. Pihaknya menyesalkan tindakan Sdr Maulana yang kurang bisa menahan diri dan sempat lepas kontrol, namun juga menyayangkan persoalan yang melatarbelakangi permasalahan ini.

"Untuk sementara waktu menonaktifkan Sdr Maulana dari kepengurusan agar bisa fokus menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi, juga agar kinerja BADKO Rayon Gondokusuman tidak terganggu dan tetap berjalan sebagaimana biasanya," jelas Wahyu.

Wahyu berharap berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan sehingga memberikan hasil akhir yang baik bagi kedua belah pihak dan bagi BADKO Rayon Gondokusuman.

"Kami berharap kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi semua, khususnya aktivis TKA-TPA di Gondokusuman. Kejadian ini juga menjadi koreksi internal BADKO Rayon Gondokumuman," ujarnya.


12.03 | 0 komentar | Read More

Sebelum Kualitas Sperma Menurun, Pria Jangan Tunda Punya Anak

BANJARMASINPOST.CO.ID — Para pria sebaiknya tidak lagi menunda untuk segera punya keturunan. Pasalnya, makin lama pria menjadi ayah, kualitas sperma akan semakin menurun dan menjadi mutan. Peneliti memperingatkan, pria yang menjadi ayah dalam usia lebih tua berisiko memiliki anak dengan gangguan seperti autisme dan skizofrenia. 
 
Selama 10 tahun, ilmuwan telah berspekulasi mengenai hubungan antara pria yang menjadi ayah dalam usia tua dan efeknya pada keturunan. Spekulasi tersebut terbukti dalam riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature. Riset tersebut membuktikan makin tua seorang pria menjadi ayah, makin banyak mutasi genetik yang diwariskan pada keturunannya ketika anak beranjak dewasa.
 
Dalam riset ini, peneliti meneliti potongan DNA dari 78 orangtua dan anak berkebangsaan Islandia. Dalam riset tersebut, peneliti menemukan hubungan langsung antara usia ayah dan jumlah mutasi DNA pada anak. Mutasi tersebut berkaitan dengan timbulnya spektrum autisme dan skizofrenia. Namun, gangguan DNA ini sama sekali tidak berkaitan dengan usia ibu. 
 
"Riset ini membantah anggapan umum yang mengatakan ibu sebagai sebab utama gangguan DNA pada anak. Gangguan tersebut sepenuhnya berasal dari pria dan semakin meningkat bersamaan usia calon ayah," kata Kari Stefansson dari Decode Genetics. Gangguan langka ini akan bertahan dalam waktu lama dan memengaruhi kondisi lainnya selama perkembangan anak.
 
Riset ini juga membuktikan, tidak hanya memori dan elastisitas kulit yang menurun bersamaan dengan usia, tetapi juga DNA pada sperma. Padahal, pria memproduksi sperma sepanjang hidupnya. Hal ini sangat berbeda dengan wanita yang lahir dengan jumlah sel telur terbatas.
 
Setiap 16 hari, sel dalam testikel pria terbagi dengan DNA yang merupakan hasil kopi dari DNA lain. Tiap sel merupakan hasil kopi yang digunakan untuk memproduksi sperma. Meski proses pengopian DNA sangat akurat, kesalahan tetap bisa terjadi. Beberapa sperma mungkin membawa kesalahan pengopian DNA yang dikenal sebagai mutasi genetik.
 
Semakin tua, proses pengopian makin tidak akurat dan kurang efisien. Akibatnya, makin banyak mutasi yang terbentuk dalam DNA pria. Menurut Wilkie, jika sperma DNA yang bermutasi ini berperan dalam pembentukan janin, risiko memengaruhi proses perkembangan anak semakin besar.
 
"Hal ini sepenuhnya permainan peluang. Mungkin saja mutasi tidak terjadi pada tempat yang penting, tetapi kadang terjadi hal di luar keinginan. Akibatnya, anak mengalami kondisi tertentu," ujarnya.

Jika mutasi terdapat pada gen yang mengontrol perkembangan otak, hal itu akan mengakibatkan autis atau skizophrenia. Namun, bila mutasi terdapat pada gen yang memengaruhi perkembangan tipe kanker, risiko anak menderita penyakit tersebut makin besar.
 
Menurut pimpinan kebijakan terkait kesuburan, Allan Pacey, riset ini menyadarkan pria tentang risiko menunda menjadi ayah.

"Saya bisa mengerti kenapa pasangan memutuskan untuk menunda, tetapi hal tersebut buruk untuk kondisi biologisnya. Saran saya untuk para pria jangan menunda memiliki anak hingga usai 50 tahun. Hal tersebut akan membuat perbedaan pada dunia kesehatan anak," katanya.   


12.03 | 0 komentar | Read More

Kaos Produk Adidas Menyinggung Brasil

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pantai dan gadis-gadis cantik berkulit cokelat yang mengenakan bikini seperti identik dengan Brasil.

Apalagi lagu berjudul Girl From Ipanema semakin memperkuat hal itu. Namun ternyata Brasil tak mau dikenal dengan imej itu.

Dengan alasan itu pula mereka meminta produsen apparel sport ternama, Adidas, untuk menarik kembali t-shirt yang mereka buat berkenaan dengan Piala Dunia 2014.

Kaus-kaus keluaran Adidas itu disebut bukannya mempromosikan Piala Dunia 2014, tapi malah terkesan Brasil tempat untuk wisata seks. Oalah!.

"Eksploitasi seksual itu termasuk kejahatan, dan jangan disamarkan dengan kegiatan wisata apa pun. Kami ingin menjelaskan kepada para partner kami di dunia pariwisata bahwa Brasil tidak mentoleransi kejahatan seperti ini di teritorinya," kata Flavio Dino, Presiden Badan Pariwisata Brasil.

Kaus-kaus buatan Adidas, yang merupakan partner Piala Dunia 2014, yang menyinggung insan pariwisata Brasil itu adalah kaus bertuliskan "I Love Brazil" di mana kata love diganti dengan gambar hati yang besar, serta kaus dengan tulisan "Lookin to Score Brazil".

Memang, dari tulisannya kaos-kaos itu seperti tidak bermasalah. Tapi kalau sudah lihat gambarnya, paham deh kenapa pihak Brasil naik darah.

Pada kaos "I Love Brazil" gambar hatinya diberi bentuk segitiga, yang membuat hati itu malah jadi kelihatan seperti bokong perempuan yang mengenakan bikini.

Sementara pada kaus "Lookin to Score Brazil" ada gambar perempuan mengenakan bikini, yang jika dipadu dengan tulisannya bisa menimbulkan arti ajakan untuk berhubungan seks.

Jurubicara Adidas, Katja Schreiber, mengatakan kaus ini merupakan produk terbatas yang dikeluarkan Adidas Amerika Serikat.

"Kami mendengar masukan dari partner kami dan masyarakat, sehingga kami memutuskan untuk menariknya dari pasar," katanya kepada CNN Money.


12.03 | 0 komentar | Read More

Tanpa "Investasi Menyusui", Negara Justru Merugi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah riset yang dilakukan Baby Food Action Network (IBFAN)-Asia sebagai bagian dari World Breastfeeding Costing Initiative (WBCI) bersama Breastfeeding Promotion Network of India (BPNI) pada 2013 lalu menunjukkan, investasi yang dibutuhkan untuk menunjang keseberhasilan menyusui secara global adalah mencapai 17,5 miliar dollar AS setiap tahun.

Setiap negara perlu mengeluarkan investasi untuk hal ini. Jika tidak dilakukan, negara justru akan merugi akibat biaya medis, kehilangan nyawa bayi baru lahir, dan orang dewasa yang berhubungan dengan tidak optimalnya pemberian air susu ibu (ASI).

"Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembiayaan kesehatan karena pemberian ASI yang tidak optimal bahkan bisa lebih mahal daripada biaya investasi," ujar Ketua Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Mia Sutanto di Jakarta, Kamis (27/2/2014). AIMI merupakan anggota dari IBFAN Asia yang merilis riset tersebut.

Menurut Mia, daripada mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pembiayaan kesehatan, lebih baik mengeluarkan dana untuk investasi. Biaya investasi berbeda-beda, tergantung profil dari setiap negara.

Namun secara global, investasi tersebut perlu digunakan untuk menyediakan paket intervensi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menyusui. Intervensi tersebut meliputi perlindungan untuk setiap perempuan, akses informasi yang tidak biasa, dan dukungan menyusui secara optimal.

Selain itu, intervensi juga meliputi bantuan bagi perempuan yang berada di bawah garis kemiskinan dalam bentuk pengganti upah, untuk membantu mereka agar bisa tetap bersama bayinya secara eksklusif. Serta, layanan-layanan bagi ibu yang menyusui, seperti layanan kesehatan, ketenagakerjaan, kesejahteraan sosial, dan lain-lain.

Mia mengatakan, kemampuan seorang perempuan untuk menyusui adalah aset nasional, maka negara memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung gerakan ibu menyusui secara optimal. "Sudah saatnya negara turun tangan sepenuhnya untuk menyukseskan pemberikan ASI untuk bayi di Indonesia," tegasnya.

Wakil Ketua AIMI Nia Umar mengatakan, Indonesia sudah memiliki peraturan pemerintah yang mengatur ASI, seharusnya untuk menyukseskannya, investasi di bidang ini juga perlu dilakukan. "Bidang ASI perlu diprioritaskan, karena ini berhubungan dengan kesehatan," tandas Nia.

Diketahui, keberhasilan memberikan ASI secara global masih rendah. Data UNICEF menyebutkan, dari 135 juta bayi yang lahir setiap tahun di dunia, hampir 83 juta bayi tidak dapat memperoleh penyusuan yang optimal.

Hanya 42 persen (56,7 juta) ibu dan bayi yang berrhasil melakukan inisiasi menyusu dalam satu jam pertama kehidupan, 39 persen (52,6 juta) yang dapat menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, dan hanya 58 persen yang melanjutkan menyusui sampai minimal usia dua tahun.

Padahal penelitian menunjukkan, bayi yang tidak diberi ASI dengan benar lebih rentan terhadap risiko berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit jantung di kemudian hari. Ditambah lagi, mereka cenderung mengalami keterlambatan perkembangan, dan yang paling parah adalah kematian bayi.


12.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger