Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Calhaj Murungraya Paling Pertama

Written By Unknown on Selasa, 01 Oktober 2013 | 12.03

BANJARMASINPOST CO.ID, PALANGKARAYA - Secara geografis, Kabupaten Murungraya memang paling jauh dari Kota Palangkaraya. Tapi para calon haji (calhaj) asal kabupaten ini justru mendapat kehormatan sebagai penghuni pertama asrama haji.

Selasa (1/10) dini hari, mereka tiba di Palangkaraya dan langsung menempati kamar yang telah disediakan. Rombongan berjumlah 37 jamaah.

"Sejauh ini suasananya nyaman. Kamarnya juga bersih," ujar Ganda, satu calhaj.

Selain Murungraya, kelompok terbang X asal Kalteng antara lain juga dari Barito Timur dan Palangkaraya. Mereka dijadwalkan bertolak ke embarkasi Syamsuddin Noor Banjarmasin pada Rabu (2/10) malam dan langsung bertolak ke Tanah Suci pada Kamis dini hari.


12.03 | 0 komentar | Read More

Ciptakan Produktivitas yang Tinggi

Ciptakan Produktivitas yang Tinggi

bpost

Bupati HSS, H Achmad Fikry, membuka acara pertemuan forum konsultasi publik untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam menyiapkan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) HSS, Kamis (5/9).

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Selasa (1/10/2013) pagi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) digelar Rapat Paripurna DPRD dengan acara Penyampaian/pembahasan Kebijakan Umum dan Kerangka Pendanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten HSS.

Dalam penyampaian RPJMD, Bupati HSS Achmad Fikry mengatakan tujuan yang diinginkan dari RPJMD 2013-2019 menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat selama lima tahun mendatang dengan kehidupan keagamaan dan produktivitas yang tinggi serta stabilitas sosial yang kondusif.

"Selanjutnya adalah komitmen terhadap kepatuhan hukum oleh aparatur pemerintah dan masyarakat. Perbaikan kualitas kehidupan masyrakat merupakan tujuan mendasar yang dilakukan secara bertahan," kata Achmad Fikry.


12.03 | 0 komentar | Read More

Disdik Kota Banjarmasin Segera Siapkan Bantuan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Noor Ipansyah mengatakan akan secepatnya menyiapkan bantuan untuk SMPN 19 Banjarmasin yang mengalami musibah kebakaran.
 

"Kami minta pihak sekolah sesegera mungkin mendata apa saja yang terbakar kemudian buat proposal dan ajukan ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin," imbaunya.

SMPN 19 yang berada di Jalan AMD XII Rt 14 No 39 Banjarmasin, Selasa (1/10) dinihari pukul 12.90 Wita diamuk si jago merah.

Beberapa ruangan yang ikut terbakar di antaranya satu buah ruangan guru, satu ruang multimedia dan tiga buah kantin milik sekolah
 

"Dugaan kami akibat konsleting listrik," kata Kepala Sekolah SMPN 19 Banjarmasin Hairul Muis.

Akibat kejadian tersebut ruang guru sementara di alihkan ke ruang IPA, sedangkan proses belajar mengajar siswa tidak mengalami gangguan.

"Untuk ruang multimedia, kami masih punya ruangan lain, jadi proses mengajarnya kami alihkan ke sana," katanya.

Adapun kerugian masih belum bisa di sebutkan, karena masih dalam pendataan apa saja yang terbakar.

(elhami/banjarmasin post)


12.03 | 0 komentar | Read More

Honorer Dapat Pengarahan

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN  - Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Balangan memberikan pengarahan kepada pegawai honorer katagori II yang bakal mengikuti pelaksanan tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS)

Pemberian pengarahan berlangsung di Aula Benteng Tundakan Kabupaten Balangan, Selasa (1/10) pagi.

Dalam pengarahan tersebut pihak BKD menyampaikan perihal teknis saat pelaksanaan tes yang akan datang.

"Kami menyampaikan terkait teknis jelang dan saat tes nanti," kata Kasubag Formasi BKD Balangan H Rahmi.


12.03 | 0 komentar | Read More

Geng Cewek Makan Korban

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAMBI - Fenomena munculnya geng atau gerombolan murid sekolah mulai merambah Jambi.

Sebut saja Melati, seorang siswi SMP di Kota Jambi, menjadi korban pengeroyokan sekelompok remaja putri. Menurut Melati, kejadian bermula dari adanya persoalan yang terjadi pada seorang temannya dengan pelaku.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Melati bersama temannya yang masih duduk di bangku SMP diajak bertemu di suatu tempat oleh pelaku. Selanjutnya, rombongan korban dan pelaku yang sama-sama beranggotakan lebih kurang lima orang bertemu.

"Yang kenal cuma satu orang, yang lainnya saya tidak kenal. Kami bertemu mereka hanya untuk menyelesaikan masalah teman saya, setelah di sana malah kami yang dicaci-maki," kata Melati, Senin (30/9/2013).

Tidak senang dengan perkataan tersebut, si korban membantah dan terjadilah perang mulut. Akhirnya, Melati meninggalkan tempat tersebut dan masalah dianggap selesai.

Keesokan harinya, Sabtu (28/9/2013), Melati merayakan ulang tahunnya yang ke-15 di rumahnya. Seusai selesai, sekitar pukul 17.00, Melati berniat mengantar temannya yang beralamat di belakang Unja Telanai dengan sepeda motor.

Dalam perjalanan, tepatnya di dekat perkantoran DPD Demokrat yang tak jauh dari Unja Telanai, Melati bersama temannya secara tidak sengaja bertemu lagi dengan rombongan Bunga cs yang sedang berkumpul.

Tidak mau ambil risiko, Melati langsung tancap gas. Ternyata, Bunga cs mengejar dari belakang. Melati dipaksa berhenti. Kalau tidak berhenti, Melati diancam akan dipukul memakai helm.

Setelah berhenti, Bunga mengajak Melati ke tempat teman-teman Bunga yang sedang asyik kumpul. Jumlah teman Bunga saat itu sekitar 30 orang. Di sanalah Melati dikeroyok beberapa teman Bunga. Saat dikeroyok, teman Melati hanya bisa melihat saja karena tak berani membantu Melati.

"Saya dikelilingi, setelah itu saya digebuki oleh orang itu, mungkin yang nggebuki sekitar tiga orang, tetapi temannya yang lain bersorak-sorak nyuruh hajar terus," kata Melati.

Menurut Melati, badan bagian belakang dan kepalanya masih lebam dan terasa sakit. Beruntung, pada saat kejadian, ada anggota Satpol PP yang tak sengaja datang ke lokasi. Akhirnya Bunga cs membubarkan diri, dan Melati disuruh pulang ke rumah.

Melati tidak berani pulang ke rumahnya, karena takut dikeroyok lagi oleh Bunga cs. Melati bersembunyi di rumah temannya yang hendak diantar.

"Saya telepon mama, saya cerita apa yang terjadi, akhirnya mama jemput. Kalau tidak saya tidak beMelati pulang," katanya yang dibenarkan oleh ibunya yang bernama Leni Marlina.


12.03 | 0 komentar | Read More

20 Orang Tumbang Saat Upacara

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA — Upacara untuk memeringati Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2013), diwarnai insiden. Sebanyak 20 orang peserta upacara "tumbang" dan terpaksa dipapah keluar arena upacara.

Pantauan Kompas.com, insiden tersebut terjadi saat upacara yang dipimpin oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut memasuki menit ke-15 dengan agenda pembacaan ikrar Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPR Marzuki Alie.

Peserta pertama yang tumbang yakni dua orang siswa SD, satu orang laki-laki, dan satu orang perempuan. Keduanya yang mengenakan seragam putih-merah itu keluar dari barisan sambil memegang perutnya dengan wajah lesu.

Petugas tata tertib yang memantau dari belakang barisan pun dengan sigap memapahnya. Tak berapa lama, beberapa peserta upacara itu pun ikut bertumbangan. Terhitung, sebanyak 20 orang yang tumbang tersebut yakni 8 orang siswa SD, 4 orang siswa SMA, 3 orang siswa SMP, 3 orang anggota KNPI, dan 2 orang anggota Pramuka. Dari jumlah itu, sebanyak 4 orang terpaksa ditandu ke posko kesehatan.

Peserta upacara itu diketahui dari berbagai institusi, mulai dari TNI AU, TNI AD, TNI AU, KNPI, Pramuka, SD, SMP, SMA, dan Pramuka. Kondisi lapangan acara cukup disinari mentari sehingga kondisi memang panas.

Upacara selesai sekitar pukul 08.30. Hadir mendampingi Presiden dalam upacara itu di antaranya Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ibu Wapres Herawati Boediono, serta semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendikbud M Nuh, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menko Kesra Agung Laksono, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Dalam upacara ini, teks Pancasila dibacakan oleh Ketua DPD Irman Gusman. Dulunya, pada tahun 2012 teks Pancasila ini dibacakan oleh almarhum Ketua MPR Taufiq Kiemas. Sedangkan yang bertugas membacakan naskah UUD 1945 pada tahun ini adalah Ketua MPR pengganti Taufiq, Sidarto Danusubroto. Sementara Ketua DPR Marzuki Alie membacakan ikrar Kesaktian Pancasila. Seusai membaca, Marzuki langsung menandatangani ikrar tersebut. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.


12.03 | 0 komentar | Read More

Rouhani Lolos dari Lemparan Sepatu

Written By Unknown on Senin, 30 September 2013 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID, TEHERAN - Peristiwa bersejarah percakapan telepon antara Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama, berujung tidak mengenakkan bagi Rouhani.

Dia dilempari sepatu oleh sejumlah warga Iran yang tidak suka prsidennya berhubungan dengan Obama.

Kejadian pelemparan sepatu itu terjadi saat Rouhani meninggalkan Bandara Mehrabad, Teheran, usai terbang dari New York, AS untuk mengikuti sidang majelis umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Ternyata di luar bandara, di jalan yang akan dilalui Rouhani, puluhan orang sudah menggelar aksi sekaligus berusaha memblokade jalan. Mereka berteriak-teriak mengecam Obama. "Matilah Amerika, matilah Israel," teriak mereka berulang kali, Minggu (29/9).

Bukannya menghindari dengan menyusuri jalan lain, rombongan Rouhani justru mendekati massa. Bahkan, Rouhani berniat menyapa mereka dengan mengeluarkan sebagian tubuhnya melalui atap mobil yang ditumpanginya.

Saat kepala dia keluar dari mobil, saat itu pula ada sepatu yang dilemparkan massa.

Menurut para saksi mata, sepatu yang dilemparkan tidak lebih dari satu. Untung saja, tidak ada sepatu yang mengenai sang presiden. Para pengawal sigap melindungi Rouhani dan mobil pun terus melaju.

Percakapan telepon antara Rouhani dan Obama memang bersejarah. Kontak itu merupakan yang kali pertama sejak lebih dari tiga dekade terakhir, terkait tensi tinggi ketegangan kedua negara. Hubungan diplomatik Iran dan AS terputus menyusul aksi penyanderaan di kedutaan AS di Teheran saat Revolusi Islam pada 1979. Bersama negara Barat lainnya, AS menerapkan sanksi yang ketat pada Iran terkait kecurigaan negara itu melakukan pengayaan uranium untuk mengembangkan senjata nuklir.

Berbeda dengan massa yang mendemo, sejumlah koran terkemuka di Iran memuji kontak telepon selama 15 menit itu. Surat kabar Etemad mendampingkan foto Rouhani dan Obama pada halaman depan. "Kontak Bersejarah Tengah Kembali," begitu judul artikel itu.

Saat memberi sambutan pada Sidang Umum PBB, Rouhani mengatakan, Iran dengan senang hati terlibat dalam pembicaraan yang dibangun berdasar sikap saling percaya.

"Senjata nuklir dan senjata pemusnah massa lainnya tidak memiliki tempat dalam (sistem) keamanan Iran, doktrin pertahanan kami, serta bertentangan dengan dasar keagamaan kami," ujar Rouhani.

Pada kesempatan itu, dia juga mengutuk sanksi dan embargo internasional terhadap Iran. "Sanksi telah melebihi batas dan seluruh retorika, menyebabkan agresivitas, perang, dan penderitaan manusia," ucapnya.

Sementara Obama mengaku dirinyalah yang menghubungi Rouhani untuk membahas beberapa hal antara lain dugaan  program nuklir Iran dan prospek bantuan atas sanksi ekonomi yang dialami Iran selama ini. "Meski ada kendala dan tidak ada jaminan keberhasilan, saya percaya kami dapat mencapai solusi komprehensif. Aku percaya bahwa itu adalah basis untuk revolusi," kata dia.

Terungkapnya percakapan itu karena posting Rouhani di akun twitter-nya. Bahkan dia juga Rouhani menulis di akun Obama: have a nice day. Obama lantas menjawab dengan ucapan terima kasih dan mengucapkan Khodahafez, yang artinya Tuhan menyertaimu. (kps/tik/vin/bbc/rtr/afp)


12.03 | 0 komentar | Read More

Air Tiba-tiba Makin Tinggi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PADANG - Lima anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Andalas (Mapala Unand), Padang, Sumbar ditemukan tewas, satu masih dicari dan dua lainnya selamat.

Mereka hanyut di Sungai Patamuan, Batu Busuak, Padang, Sabtu (28/9).

Menurut anggota senior Mapala Unand , Aldian, rekan-rekannya saat itu sedang melakukan survei medan untuk kegiatan anggota baru. Dalam perjalanan pulang, mereka diseret air bah. "Mereka berangkat delapan orang naik dari batu Busuak, Limau Manih, Padang menuju Sungai Patamuan. Mereka berangkat jalan kaki, bukan dengan perahu, tapi jalan darat," kata Aldian, Minggu (29/9).

Dia mengatakan rekan-rekannya itu berangkat Sabtu pukul 11.00 Wita dan sampai di lokasi sekitar pukul 16.30 Wita. Kemudian di lokasi, Bukit Pungguang Ladiang, mereka istirahat dan memasak. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Namun, dari Bukit Pungguang Ladiang ini harus menyeberangi Sungai Padang Janiah.

Sungai Padang Janiah memiliki lebar sekitar 20 meter. Bagian yang dialiri air hanya selebar 7 meter dan dangkal. Tapi ketika enam orang berada sekitar dua meter di bagian sungai yang berair, tiba-tiba debit air semakin tinggi. "Enam orang yang sudah berada di air terseret. Sedangkan yang dua orang lagi masih berada di luar sungai," kata Aldian.

Dua orang yang selamat tersebut melaporkan via telepon ke kantor Mapala Unand. Komunikasi tidak berjalan lancar. Karena jaringan yang tidak cukup, membuat suara putus-putus. Akhirnya dilanjutkan via pesan singkat seluler. Pengurus Mapala Unand merekomendasikan yang masih selamat agar tetap bertahan di lokasi.

"Kami di sini mulai melakukan pencarian setelah mendapat laporan kalau mereka ada trouble. Kami melapor ke pihak berwajib dan menurunkan anggota kami," ucap Aldian.

Setelah dilakukan pencarian oleh personel BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), masyarakat, Mapala Unand, dan Polri, korban hanyut ditemukan sudah tak bernyawa.

Hingga Minggu pagi, sudah ditemukan empat orang lainnya. Dari lima korban, dua ditemukan di Muara Parkit, Aia Tawa dan tiga di daerah Batu Busuak.

Dengan ditemukannya lima orang korban, berarti masih ada satu orang korban hanyut yang belum ditemukan. "Kita berdoa semoga yang belum ditemukan dalam keadaan baik-baik saja," kata Aldian. (vin/tbn)


12.03 | 0 komentar | Read More

Gagal Kawinkan Gelar

BANJARMASINPOST.CO.ID - GOL cepat Alfin Ismail Tuasalamony melalui tendangan penalti pada menit 9, gagal mengantar Timnas Indonesia U-23 mengawinkan gelar juara Islamic Solidarity Games (ISG) dengan Piala AFF U-19 yang diraih Timnas U-19. Pada final melawan Maroko di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel, Minggu (29/9) malam, timnas U-23 kalah 1-2.

Mengawali laga, kedua tim tampil seimbang. Namun barisan pertahanan Maroko melakukan blunder dengan melepas umpan lemah yang bisa diambil Bayu Gatra yang lebih dekat dengan bola. Kiper Maroko Benachour Badreddin terpaksa mengganjal Bayu yang tidak terkawal.

Selain menghadiahkan kartu kuning untuk Badreddin, wasit Abu Bakar Said juga tanpa ragu menunjuk titik putih. Alfin yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Badreddin salah membaca arah sepakan Alfin. Dia 'terbang' ke arah kanan padahal bola melaju ke bagian kiri gawanya.

Pada laga itu, Pelatih Timnas Rahmad Darmawan memainkan formasi 4-1-4-1. Pelatih Arema Indonesia itu memasukkan Sunarto menggantikan Syamsir Alam yang selama ini menjadi starter. Selain itu dia menumpuk lebih banyak pemain berposisi gelandang untuk mengimbangi kualitas pemain Maroko.

Tertinggal 0-1, Singa Atlas tampil menyerang. Al Asbahi Anas dan Ati Allah Omar sering kali membahayakan lini pertahanan Indonesia. Terlihat pada babak pertama, Maroko menguasai jalannya pertandingan. Namun, lini pertahanan Merah Putih yang ditempati Andri Ibo dan Manahati Lestusen sigap mengantisipasi serangan lawan.

Di babak kedua, serangan demi serangan dilakukan skuad Maroko. Pemain Indonesia pun harus pontang-panting menahan serangan pemain lawan yang unggul secara fisik dan skill. Hanya sesekali Garuda Muda melakukan serangan balik melalui kecepatan lari Andik Vermansyah.

Pada menit 54, Maroko memperoleh peluang emas. Bola tendangan salah satu penyerangnya lolos dari sergapan kiper Kurnia Meiga. Untung saja tidak berbuah gol karena bola terkenal tiang kanan lalu mental ke tiang kiri sebelum dibuang pemain Indonesia. Sepuluh kemudian, Kurnia harus memblok tendangan keras pemain lawan.

Akhirnya gawang Indonesia bobol juga di menit 72. Pemain pengganti El Hassaouni mampu memanfaatkan umpan tendangan sudut Saidi Muhammad untuk mengoyak gawang Kurnia. Empat menit setelah gol itu, Indonesia memiliki peluang emas, namun tendangan Andik hanya mengenai tiang gawang lawan.

Bencana datang di menit 82. Pemain Maroko El Karti Walid mampu membobol gawang Kurnia setelah menerima umpan di sisi kiri pertahanan Merah Putih. Tendangan keras dari kaki kanannya meluncur deras ke gawang. Peluang untuk menyamakan skor muncul di menit 85, namun tendangan Andik hanya mengenai mistar gawang. (tribunnews/ery)


12.03 | 0 komentar | Read More

Satu Jam Tertimbun

BANJARMASINPOST.CO.ID - LEDAKAN bahan pembuat mercon di rumah Serka Agus Suryadi terasa hingga radius sekitar dua kilometer. Banyak kaca rumah yang berada di radius itu yang pecah. "Waktu itu, saya kebetulan mengantar istri ke pasar. Dari sana suaranya terdengar jelas. Saya langsung menuju lokasi," kata seorang warga, Khusaini, Minggu (29/9). Jarak pasar ke lokasi, sekitar dua kilometer.

Sesampai di lokasi, dia melihat beberapa orang terluka karena tertimpa kayu dan dinding tembok. Ada juga terkena serpihan ledakan. Penasaran, Khusaini masuk ke rumah yang menjadi sumber ledakan.

"Di situ saya lihat Pak Agus sudah tergeletak, satu lagi ada seorang perempuan yang terkena reruntuhan kayu. Saya dan tiga orang lain lantas menggotong mereka keluar. Setelah itu kami memadamkan api yang untungnya tidak besar," ucap dia.

Khusaini juga nyaris tewas karena saat memadamkan api, tiba-tiba terjadi ledakan kedua dari bagian belakang rumah. Untung saja ledakan itu tidak terlalu keras. "Alhamdulillah kami tidak apa-apa. Tidak beberapa lama datang pemadam kebakaran. Saat saya mau pergi, tiba-tiba teriakan suara perempuan mencari anaknya. Dia menangis. Ternyata anak perempuannya tertimpa reruntuhan tembok rumah," ujar Khusaini.

Perlu waktu cukup lama bagi Khusaini dan beberapa orang untuk bisa menemukan bocah tersebut karena harus membongkar puing-puing reruntuhan tembok rumah. Diperlukan waktu sekitar satu jam untuk bisa menemukan bocah bernama Tara tersebut.

Mengenai penyebab ledakan, Khusaini mengaku tidak mengetahui. Namun, dia mengaku mencium bau belerang seperti mercon setelah meletus.

"Saat itu warga khawatir ledakan itu membuat tabung-tabung elpiji milik mereka ikut meledak," tegas dia. (SS/surya)


12.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger