Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kawasan Pahandut Seberang Bakal Jadi Pasar Persinggahan

Written By Unknown on Minggu, 01 September 2013 | 12.04

Kawasan Pahandut Seberang Bakal Jadi Pasar Persinggahan

bpost/online

Kawasan kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terutama di jalan arah Palangkaraya Buntok sekitar Jembatan Kahayan Palangkaraya, berubah menjadi kawasan perdagangan makanan dan minuman serta penjualan barang.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA- Kawasan kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terutama di jalan arah Palangkaraya Buntok sekitar Jembatan Kahayan Palangkaraya, berubah menjadi kawasan perdagangan makanan dan minuman serta penjualan barang.

Kawasan ini berpotensi untuk menjadi pasar Pahandut Seberang, karena di lokasi ini semakin banyak dibangun rumah toko dan warung serta toko untuk berdagang. Padahal, lima tahun lalu kawasan ini masih sepi penduduk.Tapi sekarang, penjualan solar eceran pun marak di kawasan ini.

Beberapa warga yang berjualan di kawasan ini mengatakan, pihaknya berjualan di kawasan tersebut, karena banyak pembelinya terutama musafir atau mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh antar kota dan antar provinsi.

" Travel jalur Palangkaraya tujuan Buntok, Gunungmas, Purukcahu, Muara Teweh dan Tamiyang Layang bahkan Banjarmasin kerap singgah dan makan di warung kami, sehingga pedagangnya makin banyak disin-," kata Ibrahim, salah satu pedagang, Minggu (1/9).


12.04 | 0 komentar | Read More

Warga Berharap Pameran Kerajinan Rutin Digelar

Warga Berharap Pameran Kerajinan Rutin Digelar

bpostonline

Warga yang tinggal di Jalan Rajawali dan Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, merasa senang dengan adanya pameran yang kerap dilakukan di halaman belakang Swissbel Hotel Danum di Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Rajawali Palangkaraya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA- Warga yang tinggal di Jalan Rajawali dan Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, merasa senang dengan adanya pameran yang kerap dilakukan di halaman belakang Swissbel Hotel Danum di Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Rajawali Palangkaraya.

Ini seperti pameran kerajinan yang baru digelar, kemarin dihalaman parkir belakang Swisbell Hotel Danum Palangkaraya.. Kegiatan itu untuk meramaikan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Borneo Dayak Forum III yang digelar di Palangkaraya, kemarin.

"Sebagai warga yang tinggal disekitar hotel tentu kami sangat senang dengan adanya kegiatan itu, karena ada tempat kami untuk melihat barang-barang kerajinan tangan yang ada di Palangkaraya.Kami berharap kegiatan semacam ini digelar rutin, kami senang ada kegiatan semacam ini," kata suwardi, salah satu warga di Jalan Rajawali Palangkaraya, Minggu (1/9).


12.04 | 0 komentar | Read More

Itu Sulit Diterapkan

BANJARMASINPOST.CO.ID - RENCANA smartphone dikenai PpnBM menuai reaksi. Penolakan pun bergulir, termasuk dari Mendag Gita Wirjawan. Dia pun mengaku belum mengetahui secara pasti tentang rencana kebijakan itu.

"Saya juga baru tahu, semangatnya rencana itu adalah smartphone sudah bukan barang lux. Pokoknya menurut saya, ini sulit untuk diklasifikasikan sebagai barang mewah," tegas dia di Jakarta, kemarin.

Ia berpendapat smartphone saat ini sangat bermanfaat terutama dalam dunia telekomunikasi dan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Justru produk ini yang sangat fungsional dan mudah untuk berkomunikasi. Bisa menopang perekonomian di Indonesia," ucap Gita.

Oleh karena itu, dia mengatakan Kemendag akan meminta penjelasan kepada Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Bambang Brodjonegoro yang melontarkan wacana tersebut.

"Saya minta Pak Bachrul (Dirjen Perdagangan Luar Negeri) untuk bertemu dengan Pak Bambang," tegasnya.

Berdasarkan UU Nomor 42 Tahun 2009 Tentang PPN dan PPnBM, terdapat pasal-pasal yang mengatur soal PPn BM.     

Misalnya pasal 5 ayat 1 menyatakan yang dimaksud Barang Kena Pajak yang tergolong mewah, bukan barang kebutuhan pokok, barang yang dikonsumsi  masyarakat tertentu, barang yang umum dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi dan barang yang dikonsumsi untuk menunjukkan status.

"Kami akan kaji lagi mengenai rencana penerapan PPnBM untuk smartphone itu agar lebih berdaya guna," ucap Gita. (tribunnews/ktn/tik)


12.04 | 0 komentar | Read More

Smartphone Dimasukkan ke Barang Mewah

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA  - Saat ini hampir semua orang memiliki handphone alias ponsel. Bahkan tidak sekadar ponsel biasa, tetapi yang sudah berteknologi tinggi (smartphone). Bisa jadi di hari-hari mendatang, harganya melonjak karena bakal dikenai pajak penjualan barang mewah (PPnBM).

Menurut Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu  Bambang Brodjonegoro di Jakarta, kemarin, selama ini smartphone dikategorikan bukan barang mewah. Padahal jika dilihat dari jenis barangnya, benda itu sudah seharusnya termasuk barang mewah. Pasalnya,  semua komponen didatangkan dari luar negeri alias impor.

Karena akan dikategorikan sebagai barang mewah, maka pemerintah akan membuat kategorisasi smartphone. "Bisa dilihat dari tingkat teknologinya, seperti pada mobil yang menggunakan CC (centimeter cubic)," ujar Bambang di Jakarta, kemarin.

Menurut Bambang, penerapan PPnBM ponsel pintar bertujuan untuk mengerem impor. "Jadi yang makin complicated makin tinggi harganya. Tapi, kami belum putuskan rate-nya. Tunggu sajalah, sabar," kata dia. Berdasar UU Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPn dan PPnBM, PPn BM minimal sebesar 10 persen dan maksimal mencapai  200 persen.

Saat ini, imbuh Bambang, harga ponsel pintar di Indonesia terbilang tinggi ketimbang negara lain. Dia menduga karena pedagang membuat masyarakat memersepsikan smartphone  sebagai barang mewah. "Pedagang sendiri yang menganggap BlackBerry dan smartphone lain seperti barang mewah dengan memainkan harga, karena mereka tahu peredarannya terbatas dan segala macam," katanya.

Nilai impor ponsel pada 2013 sebenarnya sudah menurun dibanding 2012. Mengacu pada data Kemendag, impor ponsel selama lima bulan pertama 2013 tercatat 927,6 juta dolar AS, atau turun 17,22 persen dibanding periode serupa pada tahun lalu yang mencapai 1.120,6 juta dolar AS.

Meski demikian, Bambang menegaskan pemerintah tetap berencana merevisi Peraturan Pemerintah mengenai PPnBM. Hal itu untuk memperbaiki neraca perdagangan yang terus defisit. Dengan dikenai tarif PPnBM, diharapkan jumlah impor smartphone bisa ditekan. Sayang, Bambang tidak menjelaskan otensi pengurangan defisit dari pengurangan impor itu.

Saat dihubungi, Head of Marketing PT Nokia Indonesia, Lukman Susetio mengaku belum bisa berkomentar banyak, alasannya belum ada pembahasan teknis mengenai rencana tersebut.

"Kami masih tunggu detailnya terlebih dahulu dari pemerintah, yang penting semuanya clear," ujarnya.

Menurut Lukman, selain standar harga, pemerintah harus merinci teknologi yang bisa dikategorikan sebagai smartphone yang bebas dari PPnBM. Ia menilai, teknologi ponsel terus berkembang.

Bahkan, banyak smartphone berharga di bawah Rp 5 juta yang teknologinya sudah tinggi.

"Dampak utamanya harga smartphone akan naik, kemudian kami akan sulit bersaing terkait penerapan teknologi baru dengan negara lain," ujarnya.

Sementara Direktur Pemasaran dan Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk, Djatmiko Wardoyo, menyatakan akan menjalankan kebijakan dari pemerintah, jika memang pengenaan PPnBM diterapkan. "Pelaku usaha tetap harus menjalani, tetapi ada hal yang paling penting, yaitu masih banyaknya black market (pasar gelap)," kata dia.

Menurut Djatmiko, pasar gelap produk ponsel masih marak di Indonesia, dan hal ini diakui pemerintah. "Kekhawatiran pelaku usaha itu bukan bersaing sesama kompetitor tapi adanya produk ilegal dari black market," ujarnya.

Djatmiko mencontohkan, jika ponsel resmi berharga Rp 3 juta per unit maka ponsel ilegal sekitar Rp 2,7 juta. Nah, jika terkena PPnBm sekitar 10-20 persen maka harga ponsel resmi di pasaran sekitar Rp 3,5 juta sehingga perbedaannya sebesar Rp 800.000. "Konsumen akan tergoda menggunakan produk smartphone dari black market karena beda harganya sangat jauh. Seharusnya tekan dulu peredaran ponsel ilegal baru menerapkan PPnBM," ujarnya.

Contoh nyata, harga BlackBerry Q10 seharga Rp 7,5 juta. Harga tersebut sudah termasuk PPn 10 persen. Itu artinya harga dasar ada pada kisaran Rp 6,8 juta. Jika PPnBM diberlakukan untuk ponsel pintar sebanyak 20 persen saja maka harga BlackBerry Q10 bisa naik menjadi Rp 8,7 juta atau naik sekitar Rp 2 juta dari harga pasaran saat ini.

"Kalau jarak harga semakin tinggi tentunya masyarakat akan memilih barang BM (black market). Logikanya begini, jika hanya terpaut sedikit masyarakat akan memilih barang resmi bergaransi. Tapi kalau terpaut jutaan rupiah, tentu pikir-pikir," tutur Djatmiko.

Jika banyak konsumen membeli gadget di pasar gelap, menurutnya, yang rugi juga pemerintah. Itu karena, selama ini, produk gadget menyumbang pemasukan yang tinggi dari pajak.

Sedangkan pemain di pasar gelap tidak memiliki kewajiban marketing dan tidak membayar pajak. "Sekarang bisa tidak pemerintah menutup black market? Buktinya selalu bocor," katanya.

Djatmiko kemudian mengungkapkan penjualan Blackberry Z10. Harga resmi di kisaran Rp 6,5 juta sementara di pasar gelap hanya Rp 5 juta. Produsen BlackBerry kemudian mengeluarkan paket 400 unit dengan harga khusus Rp 6 juta, namun taktik tersebut juga tidak berhasil karena harga di pasar gelap ikut turun di bawah Rp 5 juta. (tribunnews/ktn/kps/tik)


12.04 | 0 komentar | Read More

Terminal Induk Kalteng Masih Sepi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA- Terminal induk WA Gara di Jalan Mahir Mahar Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan warga. Pasalnya, meski sudah hampir dua tahun dioperasionalkan, terminal terbesar di Kalteng ini masih sepi.

"Kami melihat masih sedikit bus yang masuk terminal, sehingga dikhawatirkan bisa jadi mubazir terminal induk ini.Tapi memang bila sore hari bus ada saja yang masuk terminal terutama yang datang dari Banjarmasin atau Pangkalanbun," kata Wiwi salah satu warga sekitar terminal, Minggu (1/9).

Kadishubkominfo Kota Palangkaraya, Basirun Sulang, mengatakan, terminal sudah dioperasionalkan, dan hampir semua bus masuk terminal meskipun cuma sekadar lapor."Jangan berharap terminal kita ini sama seperti di jawa, karena armada yang ada masih sedikit, jadi jangan disamakan dengan di jawa," katanya.


12.04 | 0 komentar | Read More

Stikes Muhammadiyah Angkat Sumpah Profesi 301 Perawat

Written By Unknown on Selasa, 27 Agustus 2013 | 12.03

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Banjarmasin kembali meluluskan mahasiswanya. Dalam kegiatan angkat sumpah program profesi ners tahun akademik 2012-2013 di Himalaya Ball HBI, Selasa (27/8/2013) pagi.

Total mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan adalah 301 orang, 233 orang dari Ners A, dan 68 orang dari Ners B.

Mahasiswa yang mendapatkan nilai terbaik dari Ners A atas nama Anisa Savitri dengan IPK 3.54 dan dari Ners B Rida Husni dengan IPK 3.56.

Hadir pula ketua pengurus wilayahMuhammadiyah Kalsel Ahmad Khairuddin dan Sipon Muladi dari Kopertis XI yang mengisi orasi ilmiah.

"Ilmu yang didapatkan dalam perkulaiahan dapat diterapkan dalam dunia kerja dengan sebaik-baiknya," ujar ketua STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, M syafwani.


12.03 | 0 komentar | Read More

Kabut Asap Menyelimuti Warga Kota Banjarbaru

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Udara di Kota Banjarbaru pagi ini terasa tidak sehat. Kabut asap mulai menyerbu sebagian besar kawasan di kota pemukiman ini.

Sejumlah warga pun mengaku merasakan sangat tidak nyaman bernafas. Ari warga Guntung Manggis mengatakan, pagi ini udaranya sangat tidak sehat. Tenggorokan ini, rasanya sesak saat menghirup udara.

"Padahal baru beberapa hari saja tidak hujan. Gimana kalau, cuaca panas terus. Saya khawatir asap akan semakin pekat," ujarnya.


12.03 | 0 komentar | Read More

Meratus Orchid Show Bakal Lebih Meriah dengan Berbagai Lomba

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Event Meratus Orchid Show (MOS) kembali digelar di Kalimantan Selatan. Namun pada tahun ini kegiatan yang memasuki tahun kelima ini akan berlangsung lebih meriah.

Selain akan diisi pameran bunga anggrek, panitia juga menyiapkan berbagai lomba lainnya seperti lomba reftil dan jalan santai.

Uniknya lomba ayam bernyanyi yang mulai trend sejak 2010 lalu dan memiliki beberapa komunitas di banua juga akan diperlombakan.

Ketua DPD PAI Kalsel, Aida Muslimah Rosehan NB mengatakan, kegiatan akan dilaksanakan mulai 4 hingga 6 Oktober 2013. "Lomba diawili dengan lomba reftil, lalu tanggal
5 Okotober disusul lomba anggrek dan pembukaan serta acara seremonial yang rencananya dibuka gubernur atau wagub atau sekda Kalsel, Minggu (6/10) dilaksanakan jalan santai," sebut dia.

MOS tahun ini lebih meriah ujar Aida karena didukung penuh Kota Citra yang bertepatan dengan HUT Kota Citra dan Kota Citra, H Nurhin.

"Makanya nanti ada acara jalan sehat HUT Kota Citra juga dan lomba ayam ketawa pada Sabtu (5/10)," kata dia, saat rapat koordinasi pemantapan kegiatan dengan pengurus PAI Kalsel di lantai II Gedung Hj Djok Mentaya Banjarmasin.

Pemimpin Umum BPost Group, Pangeran H Rusdi Effendi mengaku untuk pemecahan MURI BPost paling terdepan dan berpengalaman. "Sudah ada 11 Rekor MURI yang kita raih," ujar dia.

Rusdi mengaku akan terus mendukung kegiatan MOS sehingga kegiatan benar benar meriah. "Saya juga usulkan bagaimana kalau Kota Citra Graha menjadi kota Anggrek," kata pembina PAI ini.


12.03 | 0 komentar | Read More

Karyawan BPBD Tapin Senang Pindah ke Kantor Baru

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin dapat kantor baru yang berdampingan dengan kantor Bappeda Tapin.

Pantauan BPost, Selasa (27/8) pagi, para PNS BPBD sedang sibuk menyusun kursi dan meja dan pada tadi malam karyawannya menggelar syukuran.

PNS BPBD tampak senang, sebab kantor yang baru ditempati ini jauh lebih luas dibanding kantor terdahulu. "Kantor yang baru ini, lima kali lebih luas dibanding kantor terdahulu," jelas Kabid Bencana BPBD Tapin, Sugiri.

Menurut Kepala BPBD Tapin, H Nurdin, memang kantor terdahulu sangat kecil bahkan kantor sekaligus gudang, sehingga sering betebaran aroma ikan kering di ruangan.

Dengan adanya kantor yang baru ini, sehingga PNS lebih lega, sedangkan kantor terdahulu tetap digunakan sebagai gudang, jelas H Nurdin.

Melengkapi kepindahan itu, kata H Nurdin, pihaknya tadi malam menggelar syukuran yang dihadiri para relawan dan Wakil Bupati Tapin, Sufian Noor.


12.03 | 0 komentar | Read More

Langgeng Terpaksa Kurangi Produksi Tahu

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pabrik Tahu terbesar di Tapin yang terletak di Kecamatan Tapin Utara terpaksa menurunkan produksi tahunya sejak dua pekan ini.

Menurut Langgeng, pemilik pabrik tahu tersebut menyatakan, sudah dua pekan produksi tahunya terpaksa diturunkan. Biasanya sehari produksinya 1 ton, sekarang menjadi 600 kilogram, jadi turun sekitar 40 persen.

Turunnya produksi tahu ini karena mahalnya harga bahan baku pembuat tahu yang biasanya harga kedelai itu Rp 6.500 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp 9.100 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai itu, sehingga harga tahu ukuran tipis yang pihaknya menjual kepada pedagang biasanya Rp 19 ribu per papan, sekarang menjadi Rp 23 ribu per papan, jelas Langgeng kepada Bpost, Selasa (27/8).

"Kami berharap kepada pemerintah supaya memberikan subsidi harga kedelai, sehingga pengusaha tahu tidak terlalu terbebani," pungkas Langgeng.


12.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger